Poin Penting
- BRI Danareksa Sekuritas menilai ada empat sentimen utama yang akan menjadi perhatian investor.
- Kinerja emiten, data ekonomi domestik, geopolitik, dan proses seleksi Gubernur BI diperkirakan memengaruhi arah pasar.
- Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish selama bertahan di atas level support 6.000–6.100.
Jakarta – PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyoroti ada empat katalis penggerak pasar yang akan dicermati oleh investor.
Manajemen BRIDS menyebut, katalis pertama adalah mayoritas emiten membukukan kinerja yang solid, dengan realisasi laba telah mencapai 45–55 persen dari estimasi konsensus 2026, sehingga berpotensi mendorong earnings upgrade dan rerating valuation.
Kemudian, pasar akan mencermati tingkat PDB Indonesia pada kuartal II 2026 yang diproyeksikan tumbuh 5,3 persen year-on-year (yoy), inflasi Juli sebesar 3,3 persen yoy, serta data perdagangan sebagai indikator arah ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia (BI).
“Ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian meski peluang diplomasi meningkat. Di sisi lain, harga minyak Brent telah naik sekitar 24 persen sepanjang Juli, sehingga berpotensi memengaruhi inflasi global dan sentimen pasar,” tulis Manajemen BRIDS dalam risetnya, Senin, 3 Agustus 2026.
Baca juga: BRIDS Proyeksikan Ekonomi 2026 Tumbuh Berkelanjutan, Ini Dua Pendorongnya
Selain itu, investor juga menunggu proses fit and proper test calon Gubernur BI, dengan fokus pada kesinambungan kebijakan moneter, stabilitas rupiah, dan independensi BI.
Adapun secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak dalam tren bullish jangka pendek dengan posisi harga bertahan di atas MA20 yang berfungsi sebagai dynamic support.
“Area 6.200–6.400 menjadi supply area sekaligus resistance utama yang akan menentukan arah pergerakan indeks dalam jangka pendek-menengah,” imbuhnya.
Baca juga: IHSG Awal Agustus Dibuka Menguat 0,40 Persen ke Posisi 6.261
Selama IHSG mampu bertahan di atas support psikologis 6.000-6.100, peluang melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya masih terbuka.
Konfirmasi breakout idealnya didukung oleh peningkatan volume transaksi, foreign inflow, serta penutupan harga di atas area supply. Sebaliknya, kegagalan menembus resistance berpotensi memicu healthy pullback menuju area support. (*)
Editor: Yulian Saputra


