Poin Penting
- BSI bersiap membuka Kantor Cabang Luar Negeri di Arab Saudi setelah mendapat persetujuan awal dari Saudi Central Bank (SAMA)
- Langkah ini untuk memperkuat layanan haji dan umrah serta memperluas akses perbankan syariah bagi jemaah dan diaspora Indonesia
- BSI juga memperkuat layanan di Tanah Suci lewat kerja sama BPKH Limited, booth di Makkah–Jeddah, dan program layanan jemaah lansia.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menyiapkan pembukaan operasional Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) di Arab Saudi. Ini sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia sekaligus memperluas langkah ekspansi internasional.
Langkah tersebut dilakukan setelah BSI memperoleh persetujuan awal (initial approval) dari Bank Sentral Arab Saudi atau Saudi Central Bank (SAMA) untuk membuka kantor cabang di negara tersebut pada 2024.
Kehadiran cabang di Arab Saudi diharapkan dapat memperluas akses layanan perbankan syariah bagi jemaah Indonesia, diaspora, maupun pelaku usaha yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem ekonomi syariah kedua negara.
Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar mengatakan Arab Saudi memiliki posisi strategis bagi perseroan karena menjadi pusat penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dunia.
Baca juga: Pembiayaan Produktif BSI Tumbuh 13,67 Persen, UMKM Tetap jadi Andalan
“Arab Saudi merupakan pusat ekosistem haji dan umrah dunia serta memiliki arti strategis bagi BSI. Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah masyarakat Indonesia secara lebih menyeluruh,” ujar Wisnu, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menambahkan persiapan operasional yang saat ini dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari infrastruktur, kepatuhan terhadap regulasi setempat, hingga kesiapan layanan bagi nasabah.
Pengembangan layanan di Arab Saudi dinilai memiliki prospek yang besar. Setiap tahun Indonesia memberangkatkan sekitar 203 ribu jemaah haji. Dari jumlah tersebut, sekitar 170 ribu orang atau 83 persen merupakan nasabah BSI.
Sementara itu, pada segmen umrah, data Siskopatuh tahun 2025 mencatat sekitar 1,6 juta masyarakat Indonesia menjalankan ibadah umrah. Dari jumlah tersebut, sekitar 84 persen menggunakan layanan BSI.
Besarnya basis nasabah tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong BSI memperkuat kehadirannya di Arab Saudi. Selain memberikan kemudahan transaksi bagi jemaah, kehadiran cabang juga diharapkan dapat memperkuat konektivitas layanan keuangan syariah antara Indonesia dan Arab Saudi.
Sejalan dengan rencana tersebut, BSI juga memperluas layanan bagi jemaah pada musim haji 2026 melalui kerja sama dengan BPKH Limited.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyediaan booth layanan di sejumlah titik strategis di Makkah dan Jeddah untuk memberikan informasi, edukasi, serta pendampingan kepada jemaah Indonesia.
Baca juga: BSI Genggam Pangsa 83 Persen Jemaah Haji Indonesia
BSI juga meluncurkan program “Peduli Lansia” berupa penyediaan stiker khusus bagi jemaah lanjut usia sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan yang lebih inklusif selama pelaksanaan ibadah haji.
Wisnu mengatakan kehadiran BSI di Arab Saudi tidak hanya ditujukan untuk memperluas jaringan internasional perseroan, tetapi juga memperkuat ekosistem keuangan syariah yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat Indonesia di Tanah Suci.
“Harapannya, kehadiran BSI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi jemaah haji, jemaah umrah, diaspora Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi syariah antara Indonesia dan Arab Saudi,” pungkasnya. (*) Ayu Utami


