Poin Penting
- JECX meraup dana IPO Rp609,98 miliar, yang akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan, pengembangan entitas anak, dan modal kerja
- Sebagian dana IPO dialokasikan untuk pembangunan JEC Bali di KEK Sanur sebagai klinik mata berstandar global yang menyasar pasar medical tourism
- IPO JECX mendapat respons positif dengan oversubscription 62,5 kali pada penjatahan terpusat dan diikuti 555.699 investor.
Jakarta – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) atau JEC resmi mencatatkan saham perdananya di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026 sebagai perusahaan tercatat ke-3 tahun ini melalui skema Initial Public Offering (IPO).
Dari aksi korporasi tersebut, JECX berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar. Nilai tersebut berasal dari penerbitan saham baru senilai Rp406,65 miliar dan penjualan saham divestasi sebesar Rp203,33 miliar.
Presiden Direktur JECX, DR. Dr. Johan A. M. M. Hutauruk, Sp.M(K), mengatakan dana hasil penerbitan saham baru akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan perseroan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.
Baca juga: Resmi Melantai di Bursa, Harga Saham JELI dan JECX Kompak ARA
“Salah satu fokus utama investasi perseroan adalah pembangunan JEC BALI @Sanur di KEK Sanur, Bali sebagai medical tourism, yang dipersiapkan sebagai klinik mata berstandar global,” ucap Johan dalam sambutannya di Jakarta, 7 Juli 2026.
Pembangunan JEC Bali mengusung konsep Blue Hospital untuk menangkap peluang pertumbuhan layanan kesehatan mata. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menarik pasien, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Dalam IPO ini, perseroan menawarkan 487.983.500 saham biasa atau setara 15,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan harga penawaran Rp1.250 per saham.
Baca juga: OJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Investor Muda Diingatkan Pahami Risiko
Jumlah tersebut terdiri dari 325.322.300 saham baru atau 10,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik DR. Dr. Waldensius Girsang, SpM(K) atau 5,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Minat investor terhadap IPO JECX terbilang tinggi. Selama masa penawaran umum, saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor. (*)
Editor: Galih Pratama


