Kadin Dorong Galangan Kapal Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kadin Dorong Galangan Kapal Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Poin Penting

  • Kadin menilai industri galangan kapal dan pelayaran strategis karena padat karya, bisnis, dan teknologi.
  • Kontribusi sektor pelayaran dan galangan kapal disebut mencapai lebih dari 7,5% PDB nasional.
  • Pemerintah diminta memprioritaskan pembangunan kapal strategis di dalam negeri dengan dukungan insentif.

Jakarta - Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan industri galangan kapal dan pelayaran memiliki karakter strategis karena bersifat padat karya, padat bisnis, dan padat teknologi, Karakter tersebut dinilai mampu menciptakan efek berganda yang luas bagi perekonomian nasional.

“Dan ini menurut saya bisa meningkatkan daya saing Indonesia. Apalagi Indonesia mempunyai sumber daya manusia yang pemain-pemain industri maritim sekarang kekurangan," kata Anin, dalam acara “Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia bertajuk “Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional, Selasa. 10 Februari 2026.

Baca juga: BBRM Bakal Tambah Kapal Baru untuk Dongkrak Kinerja 2026

Ia menyoroti kinerja sektor pelayaran nasional yang menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, sekaligus memberi kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) dan penciptaan lapangan kerja.

“Kita melihat industri pelayaran ini tahun lalu tumbuh sebesar 8,8 persen, artinya lebih besar daripada PDB, dan sektor pelayaran dan galangan kapal ini juga telah berkontribusi lebih dari 7,5 persen dari PDB kita. Dan ini belum menghitung industri penunjangnya. Jadi ini benar-benar penggerak ekonomi Indonesia,” bebernya.

Serap Tenaga Kerja dan Dorong Industrialisasi

Anin menambahkan, sektor galangan kapal dan pelayaran juga berperan besar dalam menyerap tenaga kerja terampil dan vokasi, sekaligus menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar di sektor pelayaran. 

Pengalaman sejumlah negara maju juga menunjukkan bahwa industri galangan kapal dapat berperan sebagai industri induk yang melahirkan berbagai industri turunan dan menjadi pendorong industrialisasi nasional.

Baca juga: Kadin Ungkap Dua Biang Kerok yang Dikeluhkan Pekerja dan Pengusaha di RI, Apa Itu?

Dalam kesempatan tersebut, Anin juga menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja menjadi fokus utama Kadin sebagaimana ditetapkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2025, yang diarahkan melalui peningkatan produktivitas, perdagangan, investasi, dan inovasi.

"Dan kami melihat bahwa hari ini tujuan baik itu bisa lebih dekat lagi dicapai. Mudah-mudahan semua ini bisa membawa manfaat dan ujungnya juga untuk membuat Indonesia lebih dekat lagi kepada Indonesia Emas 2045," pungkas Anin.

Kapal Strategis Harus Dibangun di Dalam Negeri

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo menilai industri galangan kapal dan pelayaran memiliki potensi besar menjadi salah satu sektor pendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, terutama karena karakteristiknya yang padat karya dan melibatkan rantai kegiatan ekonomi yang luas.

Hashim juga menyampaikan bahwa momentum dukungan pemerintah, termasuk hadirnya pejabat baru di sektor fiskal dan kepabeanan, perlu dimanfaatkan oleh pelaku industri galangan kapal untuk mempercepat penguatan kapasitas produksi galangan kapal nasional. 

Baca juga: Polemik Kapal KKP Memanas, Purbaya Tegaskan Anggaran Belum Dikucurkan

Ia juga menyampaikan adanya arahan pemerintah agar pembangunan kapal, khususnya untuk kebutuhan strategis nasional, semakin diprioritaskan di dalam negeri.

“Bahwa semua kapal milik Pertamina harus dibangun di dalam negeri,” ujar Hashim.

Namun, Hashim juga mengingatkan pelaku galangan kapal agar terus meningkatkan efisiensi, kualitas, dan ketepatan waktu pengerjaan agar industri nasional dapat bersaing secara sehat dan semakin dipercaya pengguna jasa dalam negeri.


Insentif Fiskal Disiapkan Pemerintah

Selain itu, Hashim menilai peluang pertumbuhan industri galangan kapal Indonesia semakin terbuka seiring meningkatnya permintaan global terhadap tenaga kerja dan kapasitas produksi sektor perkapalan.

Oleh karena itu, ia mendorong pemilik galangan kapal memanfaatkan dukungan kebijakan pemerintah yang tengah disiapkan, termasuk insentif fiskal dan kemudahan impor komponen tertentu, guna mempercepat ekspansi industri.

“Dari pihak pemerintah sudah ada political will (kemauan politik), dari Presiden sudah ada political will. Ini tolong ya kawan-kawan, kita ambil kesempatan,” kata Hashim.

Baca juga: Saling Sindir soal Dana Kapal, Trenggono Tegur Purbaya: Bersumber dari Pinjaman Inggris

Ia juga mengungkapkan rencana pemerintah memberikan berbagai kemudahan guna mendorong pembangunan kapal di dalam negeri.

“Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) akan memberikan kemudahan-kemudahan kepada galangan kapal dan pelayaran yang dapat membangun kapal-kapal di dalam negeri. Dengan itu ada kemudahan-kemudahan. Kemudahan berupa apa? Biar masuk bisa jadi 0 persen untuk banyak komponen-komponen. Dan untuk kapal-kapal, kapal baru yang membeli yang pesan juga nanti akan dapat insentif dan sebagainya. Kemudahan. Jadi saya kira ini tujuan dari Kadin sudah tercapai,” tukas Hashim. (*)

Editor: Yulian Saputra

Halaman12

Related Posts

News Update

Netizen +62