Poin Penting
- JTPE menargetkan pendapatan Rp3,06 triliun dan pertumbuhan laba di atas 10 persen pada 2026.
- Segmen security, khususnya produk identitas dan payment card, masih menjadi penopang utama kinerja perseroan.
- JTPE menyiapkan capex Rp100 miliar untuk modernisasi mesin dan ekspansi usaha, sambil mengantisipasi risiko kenaikan bahan baku dan volatilitas rupiah.
Jakarta – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menargetkan pendapatan sebesar Rp3,06 triliun pada 2026 atau tumbuh di atas 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, Vice CFO JTPE, Michael Christiaan mengatakan, perseroan juga menargetkan pertumbuhan laba bersih lebih dari 10 persen pada tahun depan.
“Jadi, untuk 2026 kita targetkan pertumbuhan revenues lebih besar dari 10 persen, yaitu Rp3,06 triliun, dan kita cukup optimis akan hal tersebut dan untuk laba, kita juga akan berkira naik lebih besar dari 10 persen target kami,” ujar Michael dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Baca juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Bagikan Dividen Rp210,6 M, 60 Persen dari Laba Bersih 2025
Direktur Keuangan JTPE, Lukito Budiman, menambahkan bahwa, dari target tersebut Perseron tetap mengandalkan segmen identitas yang menjadi kontribusi terbesar dari pendapatan JTPE.
JTPE Antisipasi Risiko Kenaikan Bahan Baku
Meski optimistis, perseroan mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kenaikan harga bahan baku dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Namun, manajemen mengaku telah mengantisipasi risiko tersebut melalui strategi lindung nilai (hedging) pada pembelian bahan baku
“Tetapi itu manajemen sudah mengantisipasi, dengan cara kita mengembangkan setiap tender-tender yang kita menangkan itu, kita sudah hedging ya untuk pembelian bahan bakunya itu, untuk mengalangi risiko dengan kenaikan atau volatilitas kurs tadi,” kata Lukito dalam kesempatan yang sama.
Baca juga: Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp200 Miliar
Segmen Security Masih jadi Penopang
Adapun, kinerja Perseroan pada kuartal I 2026, sektor yang tetap menjadi penopang utama masih berasal dari segmen security, khususnya produk identitas, payment card, serta dokumen keamanan.
Hasilnya, JTPE membukukan penjualan sebesar Rp265 miliar pada kuartal I 2026 atau turun dari tahun sebelumnya Rp348 miliar yang dipicu karena adanya pergeseran pengadaan yang diekspektasi berada pada kuartal II atau III 2026.
Sebagai informasi, dari sisi alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2026, Perseroan akan menggelontorkan capex senilai Rp100 miliar.
Capex tersebut diprioritaskan untuk peremajaan mesin dan juga untuk modernisasi mesin-mesin Perseroan yang sudah ada maupun untuk mesin-mesin yang akan digunakan untuk ekspansi usaha. (*)
Editor: Yulian Saputra


