Poin Penting
- Jalin menggandeng BACenter untuk memperkuat sistem pembayaran pemerintah berbasis riset dan rekomendasi kebijakan
- Kolaborasi difokuskan pada digitalisasi layanan publik, optimalisasi penerimaan negara/daerah, efisiensi belanja, bansos, dan inklusi keuangan
- Riset diarahkan menjadi solusi aplikatif, melalui proyek percontohan untuk menghasilkan sistem pembayaran yang lebih inklusif, efisien, dan tepat sasaran.
Jakarta – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) menggandeng Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) untuk memperkuat pengembangan sistem pembayaran pemerintah berbasis riset dan rekomendasi kebijakan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang bertujuan mendukung digitalisasi layanan publik sekaligus mempercepat transformasi sistem pembayaran nasional.
Kerja sama itu memadukan pengalaman Jalin dalam membangun infrastruktur sistem pembayaran nasional dengan keahlian BACenter di bidang riset ekonomi dan analisis kebijakan.
Sinergi ini akan difokuskan untuk mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari digitalisasi layanan publik, optimalisasi penerimaan negara dan daerah, efisiensi belanja pemerintah, penyaluran bantuan sosial, hingga perluasan inklusi keuangan.
Kolaborasi ini hadir di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi pembayaran digital di Indonesia. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan volume transaksi melalui internet dan mobile banking, BI-FAST, serta BI-RTGS mencapai 16,07 miliar transaksi pada semester I 2026, naik 36,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Transaksi QRIS Melonjak 100,12 Persen di Semester I 2026, Nilainya Tembus Segini
Sementara itu, transaksi QRIS tumbuh 100,12 persen pada triwulan II 2026, dengan nilai transaksi QRIS antarnegara mencatat net inbound sebesar Rp1,52 triliun.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, mengatakan pengembangan sistem pembayaran pemerintah tak cukup hanya mengandalkan teknologi. Menurutnya, setiap solusi harus dibangun berdasarkan kebutuhan masyarakat, arah kebijakan pemerintah, kesiapan industri, serta dampak ekonomi dan sosial yang ingin dicapai.
“Pengembangan sistem pembayaran pemerintah tidak dapat hanya dimulai dari teknologi atau produk. Kita perlu memahami kebutuhan masyarakat, tujuan kebijakan pemerintah, kesiapan industri, serta dampak ekonomi dan sosial yang ingin dicapai. Karena itu, riset dan kajian kebijakan menjadi fondasi penting agar setiap solusi yang dikembangkan benar-benar tepat sasaran dan dapat diimplementasikan,” kata Ario, dikutip Jumat (7/8).
Ario menambahkan, kolaborasi itu juga menjadi bagian dari langkah Jalin sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia untuk memperkuat kontribusi badan usaha milik negara dalam mendukung transformasi pelayanan publik dan agenda digitalisasi pemerintah. Jalin juga terus memperkuat perannya sebagai penyedia infrastruktur digital yang mendorong integrasi layanan dan efisiensi proses bisnis.
Sementara itu, Ketua BACenter Burhanuddin Abdullah menilai sistem pembayaran telah menjadi kebutuhan vital masyarakat sehingga pengelolaannya harus didukung kebijakan yang berbasis data dan riset. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga riset dan pelaku industri menjadi kunci agar kebijakan yang lahir tidak hanya kuat secara konsep, tapi juga bisa diterapkan secara efektif.
“BACenter memiliki kapabilitas dalam riset dan analisis kebijakan, sementara Jalin memiliki pengalaman, teknologi, dan jaringan di dalam sistem pembayaran nasional. Sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi yang aplikatif untuk mendukung program pemerintah serta memberikan manfaat konkret bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil riset dari kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada tataran kajian, tapi juga dapat diuji melalui proyek percontohan sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan.
Baca juga: IIF Perluas Bisnis Pembiayaan dan Advisory di Semester I 2026
“Riset berperan untuk memastikan suatu program tidak hanya baik secara konseptual, tapi juga relevan, dapat dilaksanakan, dan menghasilkan dampak yang terukur. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghubungkan proses kajian dan perumusan kebijakan dengan pengembangan solusi serta implementasinya,” kata Burhanuddin.
Melalui kolaborasi ini, Jalin dan BACenter berharap dapat menghadirkan solusi sistem pembayaran yang lebih inklusif, efisien, dan selaras dengan kebutuhan pemerintah maupun masyarakat.
Sinergi ini juga diharapkan memperkuat implementasi berbagai program strategis nasional sekaligus memperluas manfaat digitalisasi bagi perekonomian Indonesia. (*) Ari Nugroho


