Poin Penting
- Jasindo memperkuat implementasi ESG melalui tiga program utama yang telah menjangkau lebih dari 5.000 penerima manfaat dan memberdayakan lebih dari 200 UMKM di berbagai daerah
- Lewat Narasemesta Jasindo, Peken Jasindo, dan Satyaraga Jasindo, Jasindo mengubah pendekatan CSR berbasis donasi menjadi strategi ESG yang berfokus pada penciptaan nilai berkelanjutan
- Strategi ESG Jasindo diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan literasi asuransi.
Jakarta – PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) memperkuat implementasi strategi environmental, social, and governance (ESG). Langkah ini sejalan dengan upaya perseroan menciptakan bisnis yang berkelanjutan.
Melalui tiga program utama, yakni Narasemesta Jasindo, Peken Jasindo, dan Satyaraga Jasindo, perseroan mengubah paradigma tanggung jawab sosial berbasis donasi menjadi strategi ESG berbasis penciptaan nilai.
Lewat pendekatan itu, Jasindo menyebut sudah menjangkau lebih dari 5.000 penerima manfaat yang tersebar di 10 lokasi program.
Jasindo juga berkontribusi memberdayakan lebih dari 200 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.
Baca juga: Ditanya Soal Konsolidasi Asuransi BUMN, Begini Jawaban Jasindo
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan, strategi itu menjadi respons perseroan terhadap sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat. Mulai dari perubahan iklim, ketimpangan ekonomi lokal, hingga rendahnya literasi perlindungan.
“Asuransi Jasindo menginisiasi transformasi strategis melalui program Narasemesta dan Peken Jasindo. Program ini bukan sekadar aksi filantropi, melainkan arsitektur komunikasi ESG yang mentransformasi risiko lingkungan dan kerentanan ekonomi masyarakat menjadi peluang penciptaan nilai bersama atau shared value,” jelas Brellian dalam keterangan resmi, Selasa, 30 Juni 2026.
Ia melanjutkan, implementasi ESG di Jasindo dirancang selaras dengan sustainable development goals (SDGs), melalui integrasi program pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan literasi asuransi.
Pada pilar lingkungan, perseroan menjalankan program Narasemesta Jasindo. Fokusnya pada pelestarian lingkungan, penguatan ketahanan masyarakat, serta pengembangan ekonomi hijau.
Sementara pada pilar sosial, ada Peken Jasindo yang digagas untuk memberdayakan UMKM melalui perluasan akses pasar, peningkatan literasi keuangan dan asuransi, serta penguatan ekonomi lokal.
Sedangkan untuk aspek tata kelola (governance), perseroan mengedepankan pendekatan berbasis ESG dengan memperkuat keterlibatan para pemangku kepentingan dalam setiap implementasi program, sekaligus menggeser pendekatan kegiatan sosial yang sebelumnya lebih bersifat charity-based menjadi penciptaan nilai jangka panjang.
Penerapan strategi itu salah satunya dilakukan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Melalui program Narasemesta Jasindo, perseroan menjalankan inisiatif pencegahan stunting bagi anak-anak dan ibu hamil di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Baca juga: Di Tengah Gejolak Pasar, Investasi Asuransi Umum Masih Tumbuh Positif
Di daerah sama, Peken Jasindo menggelar program “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang” yang melibatkan 100 pelaku UMKM dalam kegiatan bazar dengan dukungan 40 unit food stall. Perseroan juga mendukung pengembangan Sunday Market UMKM Kupang (SABOAK) sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif lokal.
Jasindo juga menjalankan program Satyaraga Jasindo, yang ditujukan meningkatkan literasi perlindungan dan asuransi di tingkat masyarakat.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Brellian mengatakan, perseroan ingin memperkuat posisinya sebagai “risk enabler”, mitigator risiko, sekaligus pendukung pengembangan ekonomi hijau.(*) Ari Astriawan


