Poin Penting:
- ITB dan Boeing meluncurkan program BUILD untuk membangun ekosistem inovasi kedirgantaraan nasional.
- Program ini menghubungkan mahasiswa, startup, dan industri global melalui riset, mentoring, dan inkubasi.
- Tiga tim terbaik akan mendapatkan pendanaan 12.500 dolar AS serta pendampingan lanjutan selama enam bulan.
Jakarta – Institut Teknologi Bandung (ITB) menggandeng Boeing dalam peluncuran program Boeing University Innovation Leadership Development (BUILD) sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem inovasi kedirgantaraan nasional.
Program ini diluncurkan oleh Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB di Aula Timur Kampus ITB Ganesha, Bandung. Inisiatif tersebut dirancang untuk menjembatani kolaborasi antara mahasiswa, alumni muda, startup, dan industri dirgantara global.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, M. Fauzan Adziman, menyebut kerja sama ini sebagai model ideal yang menghubungkan kebutuhan industri dengan dunia pendidikan tinggi secara langsung.
Baca juga: Gara-gara Ini, Boeing Bakal PHK 17.000 Karyawan Global
Boeing dan ITB Perkuat Sinergi Riset dan Industri
Menurut Fauzan, pendekatan kolaboratif seperti yang dihadirkan Boeing dalam program BUILD membuka ruang bagi pengembangan riset yang lebih relevan dan aplikatif. Selain itu, program ini juga dinilai mampu meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tantangan dunia kerja.
“Bidang kedirgantaraan merupakan akar dari banyak inovasi teknologi. Kolaborasi seperti ini tidak hanya memperkuat riset, tetapi juga membuka peluang lahirnya perusahaan rintisan dan ekosistem industri baru yang berdampak luas,” katanya, dikutip Antara, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, BUILD juga akan mengintegrasikan berbagai aktivitas strategis, mulai dari program magang, riset berbasis kebutuhan industri, hingga pengembangan material unggulan. Salah satu potensi yang disorot adalah pemanfaatan sumber daya nasional seperti nikel untuk teknologi maju.
Program BUILD Dorong Lahirnya Startup Dirgantara
Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menegaskan bahwa program BUILD merupakan bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan industri global dalam menciptakan ekosistem inovasi berkelanjutan.
Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pendampingan langsung dari Boeing, mulai dari pengembangan ide hingga tahap implementasi.
“Selama ini, banyak calon pengusaha teknologi yang belum terhubung secara langsung dengan industri besar. Melalui BUILD, Boeing berperan sebagai jangkar yang menghadirkan mentor dan membangun ekosistem, sehingga peluang keberhasilan inovasi hingga ke tahap hilirisasi menjadi lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong industri bernilai tambah tinggi, khususnya di sektor kedirgantaraan yang mencakup berbagai bidang teknologi seperti sistem elektronik, material, bahan bakar berkelanjutan, hingga kenyamanan penumpang.
Boeing Hadirkan Pendampingan dan Pendanaan Inovasi
Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, menjelaskan bahwa BUILD dirancang sebagai program pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan peserta dengan para ahli Boeing, mentor industri, serta ekosistem inovasi ITB.
Program ini dijadwalkan berlangsung hingga September 2026, dengan rangkaian kegiatan seperti lokakarya, mentoring, bootcamp, dan inkubasi ide.
“Program ini berfokus pada pengembangan solusi di bidang kedirgantaraan dan pertahanan, termasuk teknologi keberlanjutan dan dampak sosial. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, BUILD bertujuan membangun kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan kolaborasi lintas sektor,” ucapnya.
Baca juga: Utang Membengkak, Boeing Getol Cari Suntikan Dana Rp388 Triliun
Dalam implementasinya, peserta akan mengembangkan ide berbasis kebutuhan nyata industri yang kemudian diuji dan disempurnakan. Tiga tim terbaik akan memperoleh total pendanaan sebesar 12.500 dolar AS serta dukungan pengembangan selama enam bulan di ITB.
Peluncuran BUILD Indonesia 2026 menegaskan komitmen bersama antara ITB dan Boeing dalam mencetak generasi inovator masa depan serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem kedirgantaraan global.
Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi dan startup yang memberikan dampak nyata bagi industri nasional dan masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran Boeing dalam pengembangan teknologi di Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama


