Jakarta–Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai, untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate yang saat ini berada pada level 4,75 persen, Bank Indonesia (BI) akan terlebih dahulu melihat kondisi global terutama terkait dengan rencana The Fed yang akan kembali menaikkan suku bunganya sebanyak dua kali.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Indef, Aviliani di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 4 April 2017. Menurutnya, isu global di Amerika Serikat (AS) menjadi syarat penting untuk menimbang apakah suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate akan turun atau tidak di tahun ini.
“Kalau dari domestik sebenarnya isunya bisa dilakukan. Tapi kan ini isunya bukan hanya ekonomi domestik saja, tapi isu global juga. Dimana The Fed cenderung akan mulai menaikkan suku bunganya lagi. Apalagi kalau AS ada isu dia akan melaksanakan tax amnesty, itu juga nggak mudah buat kita,” ujarnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More
Poin Penting Indonesia jadi negara dengan pekerja paling bahagia di Asia Pasifik, dengan 82 persen… Read More