“Supaya bisa ditahan dan bisa sejalan makanya pemerintah harus koordinasi dengan bank terutama terkait obligasi supaya tidak saling menarik likuiditas. Kan pemerintah juga akan mengeluarkan obligasi,” ucap Aviliani.
Baca juga: Volatilitas Ekonomi Global dan Domestik Masih Tinggi
BI sendiri sejauh ini tetap mewaspadai dan mencermati sejumlah risiko dalam jangka pendek ke depan, baik yang bersumber dari global maupun domestik. Risiko yang berasal dari global antara lain terkait kenaikan inflasi global, arah kebijakan ekonomi dan perdagangan AS, dan dampak lanjutan kenaikan suku bunga AS, serta risiko geopolitik di Eropa.
Sementara itu, risiko dari domestik yang tetap perlu dicermati terutama terkait dengan dampak penyesuaian administered prices terhadap inflasi. Untuk itu, Bank Sentral terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Purbaya optimistis rupiah bisa menguat ke Rp15.000/USD jika berada di Bank Indonesia, menilai… Read More
Poin Penting Survei Jobstreet by Seek menunjukkan 82 persen pekerja Indonesia merasa bahagia atau sangat… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya optimistis ekonomi RI tumbuh 6 persen pada 2026, didukung ruang fiskal… Read More
Poin Penting Perputaran tambang emas ilegal melonjak hingga Rp992 triliun, menunjukkan praktik ilegal semakin masif… Read More
Poin penting Mantan Menteri Kehakiman China Tang Yijun divonis penjara seumur hidup atas kasus suap… Read More
Poin Penting Eastspring Indonesia bersama Maybank Indonesia meluncurkan Reksa Dana Syariah Eastspring Syariah Income Global… Read More