Jakarta–Institute for Development of Economic and Finance (Indef) menilai, untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate yang saat ini berada pada level 4,75 persen, Bank Indonesia (BI) akan terlebih dahulu melihat kondisi global terutama terkait dengan rencana The Fed yang akan kembali menaikkan suku bunganya sebanyak dua kali.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh pengamat ekonomi dari Indef, Aviliani di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 4 April 2017. Menurutnya, isu global di Amerika Serikat (AS) menjadi syarat penting untuk menimbang apakah suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate akan turun atau tidak di tahun ini.
“Kalau dari domestik sebenarnya isunya bisa dilakukan. Tapi kan ini isunya bukan hanya ekonomi domestik saja, tapi isu global juga. Dimana The Fed cenderung akan mulai menaikkan suku bunganya lagi. Apalagi kalau AS ada isu dia akan melaksanakan tax amnesty, itu juga nggak mudah buat kita,” ujarnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 7 April 2026 setelah sebelumnya stabil… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka melemah ke Rp17.076 per dolar AS (turun 0,24 persen… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More