Poin Penting
- Sejumlah tokoh nasional mendatangi Istana di tengah kabar pelantikan pejabat baru.
- Kehadiran mereka memperkuat sinyal reshuffle atau pengisian posisi strategis kabinet.
- Para tokoh mengaku dipanggil untuk pelantikan, namun masih menunggu pengumuman resmi Presiden Prabowo.
Jakarta – Isyarat perombakan kabinet kembali mencuat setelah sejumlah tokoh nasional terlihat mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/4) siang.
Tokoh yang hadir di antaranya Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Moh. Jumhur Hidayat, hingga mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Hasan Nasbi.
Kehadiran mereka bertepatan dengan kabar pelantikan pejabat baru di Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Segini Kekayaan Hasan Nasbi yang Pilih Mundur dari Jabatan Kepala PCO
Selain ketiga nama tersebut, tampak pula Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, dan mantan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding.
Mereka tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta mulai pukul 13.50 WIB dengan mengenakan setelan jas, kopiah, dan dasi berwarna biru muda.
Dipanggil untuk Ikuti Pelantikan
Dudung mengungkapkan dirinya dihubungi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk menghadiri proses pelantikan.
“Ya, kemarin ditelepon oleh Letkol Teddy, Seskab, persiapan untuk ke Istana jam 14.15 WIB untuk gladi, jam 15.00 WIB pelantikan,” kata Dudung menjawab pertanyaan pewarta seperti dikutip dari Antara.
Meski demikian, Dudung tidak mengungkap jabatan yang akan diemban dan menyatakan siap menerima tugas apa pun dari Presiden.
“Oh saya prajurit, harus siap ya, apalagi perintah Presiden,” kata Dudung.
Tunggu Pengumuman Resmi Presiden
Jumhur Hidayat juga membenarkan kehadirannya untuk pelantikan, meski belum mengetahui posisi yang akan diisi.
“Hadir ada pelantikan. Pelantikan apanya belum tahu. Belum tahu persisnya,” timpal dia.
Baca juga: Prabowo: Menteri Nakal akan Direshuffle Setelah 3 Kali Peringatan
Sementara itu, Muhammad Qodari menyebut dirinya diminta membantu komunikasi pemerintah.
“Tadi ditelepon Pak Seskab, Bapak Presiden minta saya membantu proses komunikasi, berkomunikasi maksimal untuk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara,” ucapnya.
Terkait jabatan, Qodari mengindikasikan peran tersebut berkaitan dengan fungsi komunikasi pemerintah.
“Persisnya tunggu pengumuman Bapak Presiden, tapi sampai saat ini rasanya berkomunikasi itu kan ada di Badan Komunikasi Pemerintah,” imbuhnya.
Baca juga: Menakar Optimisme Pasar Pasca-Reshuffle Kabinet
Sejak menjabat, Presiden Prabowo telah melakukan empat kali reshuffle Kabinet Merah Putih.
Perombakan pertama dilakukan pada 19 Februari 2025, diikuti reshuffle kedua pada 8 September 2025, ketiga pada 17 September 2025, dan keempat pada 8 Oktober 2025, yang mencakup sejumlah posisi strategis di kementerian, lembaga, hingga BUMN. (*)








