Poin Penting:
- Indonesia Incorporated dinilai perlu dihidupkan kembali untuk menjaga keseimbangan peran negara dan sektor swasta dalam pembangunan ekonomi.
- ISEI Jakarta mengingatkan bahwa penguatan peran negara melalui BUMN, Danantara, dan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi mengubah hubungan negara dengan dunia usaha.
- Investasi swasta tetap menjadi motor penting penciptaan lapangan kerja sehingga kemitraan negara-swasta harus terus diperkuat menuju Indonesia Emas 2045.
ISEI Ingatkan Risiko Dominasi Negara di Ekonomi, Indonesia Incorporated Jadi Jalan Tengah
Jakarta – Di tengah semakin besarnya peran negara dalam perekonomian melalui BUMN, Danantara, hingga Koperasi Desa Merah Putih, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara negara dan sektor swasta.
Konsep Indonesia Incorporated dinilai perlu dihidupkan kembali agar ekspansi peran negara tidak mengurangi ruang tumbuh dunia usaha nasional.
Peringatan tersebut disampaikan Ketua ISEI Jakarta Inarno Djajadi dalam pidato yang dibacakan Prasetyo Hadi pada Seminar Nasional ISEI Jakarta bertema “Indonesia Incorporated untuk Indonesia Emas 2045”, Rabu (10/6).
Menurut Inarno, Indonesia saat ini berada pada titik penting dalam perjalanan pembangunan ekonomi. Pemerintah semakin aktif memperkuat peran negara melalui berbagai instrumen ekonomi, mulai dari perluasan peran BUMN, pembentukan Danantara sebagai entitas investasi strategis nasional, hingga pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai alat pemerataan ekonomi di tingkat desa.
Baca juga: 5 Kritik Dino Patti Djalal untuk Prabowo yang Memicu Respons Teddy, Apa Saja?
Indonesia Incorporated dan Keseimbangan Negara-Swasta
Inarno mengingatkan bahwa berbagai kebijakan tersebut memiliki konsekuensi terhadap struktur hubungan antara negara dan dunia usaha.
“Sejumlah kebijakan tersebut berpotensi mengubah struktur hubungan antara negara dan dunia usaha,” ujar Inarno.
Ia menilai penguatan peran negara memang diperlukan untuk mencapai berbagai target pembangunan. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan sektor swasta tetap memiliki ruang yang cukup untuk berkembang dan berinvestasi.
Karena itu, ISEI Jakarta mendorong agar gagasan Indonesia Incorporated kembali menjadi bahan diskusi utama dalam perumusan kebijakan ekonomi nasional.
“Penting untuk mendiskusikan kembali konsep Indonesia Incorporated sebagai suatu pendekatan pembangunan ekonomi yang menempatkan negara dan dunia usaha sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Inarno.
Konsep tersebut dinilai dapat menjadi jalan tengah antara kebutuhan memperkuat peran negara dan pentingnya menjaga daya saing sektor swasta sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
Belajar dari Gagasan Sumitro Djojohadikusumo
Dalam pidatonya, Inarno juga mengutip pemikiran begawan ekonomi Indonesia, Prof. Sumitro Djojohadikusumo. Menurut Sumitro, pembangunan ekonomi nasional membutuhkan tiga prasyarat utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas nasional yang dinamis, serta pemerataan hasil pembangunan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, dunia usaha nasional harus tumbuh kuat dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah.
Pada masanya, Sumitro mendorong berbagai kebijakan deregulasi dan debirokratisasi guna mengurangi hambatan usaha. Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif, seperti akses kredit yang lebih murah dan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha nasional.
Kebijakan tersebut dinilai berhasil menciptakan kolaborasi produktif antara negara dan sektor swasta sehingga mampu memperkuat fondasi perekonomian nasional.
Menurut ISEI Jakarta, pendekatan serupa masih relevan diterapkan saat ini ketika pemerintah semakin aktif mengonsolidasikan berbagai instrumen ekonomi strategis di bawah kendali negara.
Danantara hingga Koperasi Desa Perlu Sinergi dengan Dunia Usaha
Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah memang memperluas keterlibatannya dalam aktivitas ekonomi. Selain memperkuat posisi BUMN, pemerintah juga membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund sekaligus holding investasi strategis nasional yang mengelola aset negara dalam skala besar.
Di sisi lain, program Koperasi Desa Merah Putih juga didorong menjadi instrumen baru untuk memperkuat aktivitas ekonomi hingga tingkat akar rumput. Kebijakan tersebut sejalan dengan agenda pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, ISEI Jakarta mengingatkan bahwa keberhasilan berbagai program tersebut tetap membutuhkan partisipasi aktif sektor swasta. Pasalnya, investasi swasta selama ini masih menjadi salah satu sumber utama penciptaan lapangan kerja dan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, konsep Indonesia Incorporated dinilai penting untuk memastikan hubungan negara dan dunia usaha tidak bergerak dalam pola kompetisi, melainkan kemitraan yang saling memperkuat.
ISEI Jakarta menilai keseimbangan antara negara dan swasta menjadi faktor penting agar target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai secara inklusif, efisien, dan berkelanjutan. Dalam konteks itu, gagasan Indonesia Incorporated kembali dipandang relevan sebagai kerangka pembangunan ekonomi nasional ke depan. (*)
Editor: Galih Pratama


