Poin Penting
- AI dan data real-time mulai mengubah trading, namun adopsi investor ritel di Indonesia masih terbatas
- IPOT hadirkan fitur AI real-time untuk bantu analisis pasar dan keputusan investasi
- Akses teknologi trading makin terbuka, dorong transformasi industri dan kualitas keputusan investor.
Jakarta — Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara investor mengambil keputusan di pasar saham. Di sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, pemanfaatan data real-time, algoritma, dan analisis order flow telah menjadi standar dalam aktivitas trading.
Di Indonesia, adopsi teknologi tersebut masih bertahap. Sebagian investor ritel dinilai masih menggunakan sistem yang belum sepenuhnya berbasis data real-time, sehingga berpotensi menghadapi keterlambatan informasi dalam kondisi pasar yang bergerak cepat dan volatil.
Menanggapi hal tersebut, PT Indo Premier Sekuritas melalui aplikasi IPOT menghadirkan sejumlah fitur berbasis AI real-time dan indikator live untuk membantu investor memantau pergerakan pasar.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, mengatakan bahwa pengembangan teknologi ini merupakan bagian dari transformasi industri, terutama dalam memperluas akses investor ritel terhadap sistem yang sebelumnya lebih banyak digunakan oleh investor institusi.
Baca juga: Investor Ritel Masih “Buta” Data Real Time, IPOT Buka Akses Teknologi Trading Gratis
Menurutnya, fitur seperti AI Live, Bandar Action, LADI, hingga Hit Action (HAKA dan HAKI) memungkinkan investor memantau aktivitas pasar dalam waktu singkat. Selain itu, tersedia pula Live Order Book dan Order Queue yang memberikan gambaran lebih transparan terkait dinamika permintaan dan penawaran di pasar.
Pendekatan berbasis data ini dinilai dapat membantu investor dalam mengidentifikasi momentum pasar, mengurangi keterlambatan saat masuk atau keluar dari posisi, serta menyusun strategi yang lebih terukur.
“Tidak hanya sebagai inovasi teknologi, langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi industri, di mana akses terhadap sistem trading yang sebelumnya identik dengan investor institusi kini mulai terbuka untuk investor retail,” ujar Sergio, Rabu, 22 April 2026.
Dari sisi infrastruktur, sistem IPOT dirancang dengan arsitektur real-time berlatensi rendah dan kemampuan pemrosesan data yang tinggi. Platform ini didukung dana kelolaan sekitar Rp312 triliun serta investasi teknologi untuk menunjang pengembangan sistem yang dinilai lebih stabil dan skalabel.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian, seiring meningkatnya risiko kejahatan siber. IPOT disebut mengembangkan sistem perlindungan berbasis server dengan mekanisme anti-phishing berlapis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mencegah akses ilegal.
Selain itu, IPOT menghadirkan IPOT Views, fitur riset berbasis data yang ditujukan untuk membantu investor memahami kondisi pasar secara lebih objektif dan mengurangi ketergantungan pada informasi spekulatif.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, pemanfaatan teknologi AI dan data real-time menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kualitas pengambilan keputusan investor. Akses terhadap informasi yang cepat dan akurat dinilai semakin penting dalam menghadapi dinamika pasar saham.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem, aplikasi ini juga dapat digunakan secara gratis, termasuk oleh investor yang sebelumnya menggunakan layanan sekuritas lain.
Baca juga: Tertarik Trading Menggunakan Leverage? Simak Strateginya Biar Nggak Boncos
Perkembangan ini mencerminkan perubahan dalam industri trading saham di Indonesia, di mana kecepatan akses data dan kemampuan analisis menjadi faktor yang semakin menentukan dalam aktivitas investasi.
Dengan hadirnya teknologi trading berbasis AI real-time, investor kini memiliki peluang untuk mengambil keputusan yang lebih cepat, lebih akurat, dan lebih relevan dengan kondisi market yang sebenarnya,” pungkasnya. (*) Ayu Utami








