Poin Penting
- Kementerian Investasi/BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi sebesar Rp300,1 triliun pada semester I 2026, tumbuh 6,9 persen yoy
- Investasi hilirisasi terbesar berasal dari sektor mineral senilai Rp206,5 triliun, dengan kontribusi utama dari nikel Rp71 triliun, bauksit Rp53,8 triliun, dan tembaga Rp37,4 triliun
- Total realisasi investasi Indonesia hingga semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun atau 49,5 persen dari target Rp2.041,3 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,2 persen.
Jakarta – Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun hingga semester I 2026. Angka ini tumbuh 6,9 persen secara tahunan (yoy) atau sebesar 29,7 persen dari total realisasi investasi.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, peningkatan nilai realisasi di bidang hilirisasi mencatatkan tren yang tajam bila dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya berkontribusi 24 hingga 25 persen terhadap total investasi.
“Kontribusi investasi di bidang hilirisasi ini mencapai hampir 30 persen atau 29,7 persen, peningkatan 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Rosan dalam konferensi pers realisasi investasi di Istana Kepresidenan, Kamis, 16 Juli 2026.
Baca juga: Realisasi Investasi RI Semester I 2026 Capai Rp1.010,6 Triliun, Tumbuh 7,2 Persen
Ke depan, Rosan optimistis realisasi investasi realisasi, baik di dalam maupun luar negeri akan meningkat melalui peran Daya Anagata Nusantara (Danantara). Saat ini, investasi hilirisasi masih didominasi oleh mineral, serta perkebunan dan kehutanan.
Secara rinci, sektor mineral yang menyumbang investasi tertinggi mencapai Rp206,5 triliun. Terdiri dari nikel Rp71 triliun, Bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi baja Rp30,2 triliun, pasir silika Rp5,9 triliun, dan lainnya Rp8,2 triliun.
Baca juga: Danantara Dorong Hilirisasi agar Kekayaan Mineral RI Tak Lagi Bocor ke Luar Negeri
Selanjutnya, disusul oleh sektor perkebunan dan kehutanan senilai Rp54,4 triliun yang terdiri dari kelapa sawit Rp29,5 triliun, kayu log Rp16,3 triliun, karet Rp5 triliun, dan lainnya Rp3,6 triliun.
Kemudian, minyak dan gas bumi dengan total investasi sebesar Rp35,4 triliun yang terdiri dari minyak bumi Rp26,4 triliun serta Rp9 triliun. Lalu, perikanan dan kelautan sebesar Rp3,8 triliun.
Adapun realisasi investasi hingga semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka ini tumbuh 7,2 persen secara tahunan (yoy), atau 49,5 persen dari target 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


