Ini Tiga Point Penting BI Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Ini Tiga Point Penting BI Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Uang Rupiah Khusus
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen dalam berinovasi untuk menjaga stabilitas dan mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. BI juga turut merumuskan rekomendasi kebijakan melalui implementasi berbagai strategi dalam penguatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dody Budi Waluyo, Deputi Gubernur BI mengungkapkan, ada tiga poin penting upaya BI dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Pertama, pemulihan ekonomi domestik yang terus berlangsung tidak terlepas dari perbaikan kondisi makroekonomi secara spasial. Pemulihan ekonomi kewilayahan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses perumusan kebijakan di Bank Indonesia.

Oleh karena itu, untuk terus mendukung perbaikan dan menggali potensi ekonomi daerah, sejak tahun 2006 Bank Indonesia secara rutin merilis publikasi Laporan Nusantara secara triwulanan.

“Laporan Nusantara merupakan pandangan Bank Indonesia terhadap dinamika perekonomian dalam perspektif spasial yang disarikan dari hasil asesmen dan analisa yang komprehensif dari seluruh Kantor Perwakilan Bank Indonesia di daerah. Kami berharap Laporan Nusantara dapat memberikan informasi yang berharga bagi stakeholders, baik di tingkat pusat maupun daerah mengenai dinamika terkini, tantangan, dan prospek perekonomian daerah,” kata Dody, Jumat, 18 November 2022.

Kedua, BI senantiasa berkomitmen mendukung perbaikan struktur ekonomi guna mewujudkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Diwujudkan dalam dua buku yang juga akan diluncurkan, yaitu buku kajian tentang penguatan struktur ekonomi dan pariwisata nasional.

“Buku kajian manufaktur mengurai secara rinci kinerja dan prospek industri manufaktur, termasuk aspek pemulihannya di tengah pandemi COVID-19, serta pemikiran untuk memperkuat industri manufaktur secara kolaboratif menuju Indonesia maju,” jelasnya.

Sementara itu, buku kedua kajian pariwisata nasional merupakan sebuah catatan perjalanan pariwisata nasional dalam melewati hantaman pandemi COVID-19 sejak awal 2020. Berbagai upaya yang ditempuh untuk kembali pulih, termasuk melalui sinergi dalam Sekretariat Bersama Percepatan Pengembangan Pariwisata (Sekber Pariwisata) dan peluang baru bagi sektor pariwisata dituangkan dalam buku ini.

Ketiga, BI akan meluncurkan aplikasi (mobile apps) agar masyarakat dapat semakin mudah mengakses Laporan Nusantara secara berkelanjutan cukup dari gadget.

“Bank Indonesia ingin mempersembahkan Laporan Nusantara beserta aplikasinya, serta kedua buku tersebut bagi para pelaku dan pembuat keputusan di sektor ekonomi, insan Pemerintah dan otoritas, akademisi, mitra Bank Indonesia, dan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]