Ilustrasi: Gedung Bank BJB. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB menanggapi pemberitaan yang tengah berkembang saat ini. Manajemen menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Bank BJB senantiasa menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berkomitmen menjalankannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ayi Subarna, Corporate Secretary Bank BJB, dalam keterangan resmi, Kamis, 13 Maret 2025.
Baca juga: Alarm Ekonomi RI Menyala! Pajak Anjlok 41,8 Persen, Utang Pemerintah Bengkak 43,5 Persen
Bank BJB pun memastikan bahwa seluruh kegiatan bisnis tetap berjalan normal, dengan fokus utama pada keberlanjutan operasional dan pelayanan terbaik bagi nasabah, mitra bisnis, dan pemegang saham.
“Kami pastikan seluruh kegiatan bisnis tetap berjalan dengan normal. Keberlanjutan operasional perusahaan menjadi prioritas utama, dengan jajaran direksi dan manajemen yang tetap fokus memberikan layanan terbaik kepada nasabah, mitra bisnis, serta pemegang saham,” imbuhnya.
Baca juga: Bocor Halus, Sejumlah Menteri Prabowo Diganti dan Pindah Posisi
Lebih lanjut, Bank BJB menegaskan upaya berkelanjutan dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat dan bertanggung jawab, serta menjaga profesionalisme dan transparansi di setiap aspek operasional.
“Kami juga mengapresiasi kepercayaan yang terus diberikan oleh pemegang saham, mitra bisnis, nasabah, dan masyarakat luas. Dengan semangat ini, kami akan terus menjalankan bisnis secara bertanggung jawab dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (*)
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More