Jakarta—Senior Investment Analyst Samuel Asset Management, Joseph Pangaribuan mengungkapkan, tren peningkatan NPL dalam beberapa tahun ini merupakan buah dari ekspansi kredit perbankan yang memperbesar porsi penyaluran kredit sejak 2010.
Menurutnya, kala itu banyak dari kalangan perbankan yang terlalu optimis akan kondisi ekonomi kedepan. Sehingga terlihat sangat agresif dalam menyalurkan kredit.
“Kenaikan NPL ini kesalahan di masa lalu, push ke kredit terlalu besar di saat pertumbuhan ekonomi merendah,” kata Joseph di Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting BRI Finance resmi mengganti logo pada 13 Januari 2026 sebagai bagian dari penyesuaian… Read More
Poin Penting Kasus keracunan menu MBG kembali terjadi di sejumlah daerah, meski BGN menargetkan zero… Read More
Poin Penting KPK mendalami dugaan aliran uang suap pajak dari tersangka ke sejumlah pihak di… Read More
Poin Penting BAF memperoleh dua fasilitas pinjaman berkelanjutan dari Bank DBS Indonesia (IDR300 miliar) dan… Read More
Poin Penting DJP berhasil menagih utang pajak Rp25,4 miliar dari penanggung pajak berinisial SHB, termasuk… Read More
Poin Penting Investor asing kembali agresif masuk pasar saham dengan net foreign buy Rp1,09 triliun… Read More