Melihat kondisi tersebut lanjutnya, perbankan nasional diharapkan lebih mengerem ekspansi kreditnya, atau menyesuaikan ekspansi kredit dengan kondisi perekonomian.
“Harga batubara bisa terkoreksi lagi di 2017, karena sebelumnya mengalami kenaikan signifikan,” jelas Joseph.
Baca juga: Bukopin Siap Pangkas NPL ke 2,49%
Tingkat NPL perbankan sendiri berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ada di level 2,93 persen per akhir tahun 2016, meningkat dibandingkan posisi akhir 2015 sebesar 2,49 persen.
Kucuran kredit perbankan sendiri mencapai Rp4.377 triliun, tumbuh 7,9 persen pada tahun 2016, lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun 2015 sebesar 10,7 persen. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Penerimaan pajak hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp116,2 triliun, tumbuh 30,8 persen yoy,… Read More
Poin Penting Mochamad Andy Arslan Djunaid resmi mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Asuransi… Read More
Poin Penting IHSG menguat tipis 0,30 persen ke level 8.146,71 dengan nilai transaksi Rp25,74 triliun… Read More
Poin Penting Perusahaan didorong merombak arsitektur data center agar lebih cepat, simpel, fleksibel, efisien, aman,… Read More
Poin Penting Ekonomi RI 2025 diproyeksi tumbuh 5,07 persen yoy, lebih tinggi dari realisasi 2024… Read More
Poin Penting Saham BBTN menguat 3,27 persen ke Rp1.265, menjadi bank BUMN dengan kenaikan year… Read More