Jakarta—Senior Investment Analyst Samuel Asset Management, Joseph Pangaribuan mengungkapkan, tren peningkatan NPL dalam beberapa tahun ini merupakan buah dari ekspansi kredit perbankan yang memperbesar porsi penyaluran kredit sejak 2010.
Menurutnya, kala itu banyak dari kalangan perbankan yang terlalu optimis akan kondisi ekonomi kedepan. Sehingga terlihat sangat agresif dalam menyalurkan kredit.
“Kenaikan NPL ini kesalahan di masa lalu, push ke kredit terlalu besar di saat pertumbuhan ekonomi merendah,” kata Joseph di Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More