Saat ini, ketersediaan rumah yang baru dapat dipenuhi hanya sekitar 400 ribu hingga 500 ribu unit. Akibatnya backlog akan terus naik. “Masih ada gap dan kekurangan lagi sebesar 400.000 ribu unit lagi setiap tahunnya, kalau tidak diatasi dan ditangani maka backlognya ini akan semakin tinggi,” ucap Lana.
Untuk mengatasi tantangan ini, kata dia, pemerintah telah memberikan fasilitas penyediaan rumah murah yang diperuntukkan bagi kalangan MBR. Hal ini tentunya sebagai bentuk dukungan dalam menyukseskan program sejuta rumah. Pemerintah juga menggandeng bank-bank dan developer untuk menyukseskan fasilitas rumah murah ini.
Baca juga: Pentingnya Ekosistem Perumahan untuk Kalangan MBR
“Sebagai dukungan program sejuta rumah pemerintah telah mengeluarkan fasilitas, seperti subsidi untuk pembiayaan rumah, likuiditas untuk perumahan, pembebasan pengenaan pajak nilai atau PPN, rusunami, dan juga prasarana untuk rumah sederhana tapak,” tukas Lana.
Dengan adanya program rumah murah ini, diharapkan masyarakat yang belum memiliki rumah khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dapat mengambil dan memiliki rumah dengan uang muka (down payment/DP) dan angsuran yang sangat rendah dalam perbulannya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More
Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wamenkeu untuk sisa masa jabatan 2024–2029 melalui Keppres… Read More