Ilustrasi: Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta. (Foto: M Zulfikar)
Jakarta – Komisi XI DPR RI telah menjadwalkan uji Fit and Proper Test atau uji kelayakan untuk Calon Anggota Badan Supervisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode lima tahun ke depan 2023-2028.
Berdasarkan informasi yang diterima Infobanknews, terdapat 38 nama dan 2 calon dari pemerintah yang belum ada namanya, yang akan menjalankan uji Fit and Proper Test yang merupakan gabungan dari dari panitia seleksi (pansel) I dan pansel II.
Diketahui, dalam jadwal uji kelayakan tersebut terbagi menjadi dua hari, yakni pada 27 November 2023 dan 28 November 2023. Terdapat 20 nama dijadwalkan pada hari pertama, dan sisanya di hari kedua.
Untuk Pansel I dilakukan di Ruang Rapat Komisi XI DPR RI. Sementara Pansel II uji Fit and Proper Test dilaksanakan di Ruang Rapat BAKN DPR RI.
Baca juga: Ini Dia Daftar Lengkap 40 Nama Yang Ikut Fit and Proper Test Badan Supervisi LPS
Menariknya, dari beberapa nama yang dijadwalkan pada Pansel I, terdapat sejumlah nama calon yang sudah tidak asing lagi, yakni berasal dari lembaga pengawas industri jasa keuangan.
Di mana, ada lima yang berasal dari OJK antara lain Bambang Wijoyosatrio Budiawan, Dhani Gunawan Idat, Triana Gunawan, Agus Sugiarto, dan Hernawan Bakti Sasongko.
Berikut daftar lengkap calon anggota Badan Supervisi OJK.
Pansel I
Baca juga: Ekonom: Badan Supervisi Hendaknya Tetap di Bawah DPR
Pansel II
Wakil Komisi XI Fathan Subchi mengatakan, agenda seleksi calon anggota Badan Supervisi OJK dilaksanakan selama 2 hari. Dalam melaksanakan ketentuan pasal tersebut, pantia seleksi akan melaksanakan uji Fit and Proper Test terhadap calon nama yang sudah lolos administrasi.
“Adapun mekanisme uji kepatuhan dan kelayakan calon anggota BS OJK dilakukan secara individu. waktu yang diberikan 30 menit di mana 10 menit untuk presentasi dan 20 menit untuk sesi tanya jawab,” pungkasnya. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More