Jakarta — PT Bank Central Asia Tbk (BCA) telah menorehkan prestasi gemilangnya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Seperti diketahui, hingga saat ini berdasarkan grafik BCA telah mencatatkan kapitalisasi pasar Rp508,92 triliun atau US$37,46 miliar.
Nilai kapitalisasi pasar BCA sendiri terlihat sudah cukup besar untuk ukuran pasar saham Asia Tenggara di mana jumlah tersebut hampir menyaingi kapitalisasi pasar (market cap) bank terbesar asal Singapura, DBS.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya terus melakukan pelayanan yang terbaik bagi para steakholder agar dapat meningkatkan kinerja positifnya dan dapat bersaing dengan bank negara lain.
“Kalau kita berusaha melakukan yang terbaik jadi enggak kejar-kejaran dan enggak harus itu. Yang penting kita memberikan hasil yang optimal buat stakeholder kita,” ungkap Jahja di Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Selain itu, Jahja menambahkan bahwa pihaknya tidak mau terlalu ambisius mengenai peringkat master cap di wilayah Asia Tenggara maupun Dunia. Dirinya juga mengaku akan berbuat yang terbaik di negeri sendiri.
“Kalau saya pribadi, kita prinsipnya jaga rumah sendiri. Saya enggak mau terlalu ambisi mau regional atau apa. Yang penting kita jaga tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri. Kita kembangkan bisnis kita untuk kemakmuran dan menyediakan payment system,” jelas Jahja.
Baca juga: BCA Berpotensi Geser DBS Jadi Bank Terbesar di Asia Tenggara
Seperti diketahui, hingga kuartal III-2017, total aset BCA telah mencapai Rp793,88 triliun, tumbuh 12,1 persen secara tahunan. Outstanding kredit bank yang digawangi oleh Jahja Setiaatmadja ini tumbuh 13,9 persen menjadi Rp439,67 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA pada periode tersebut tumbuh 16,5 persen menjadi Rp574,39 triliun.
Pencapaian kinerja BCA yang positif tersebut dinilai menjadi salah satu pendukung yang membuat kinerja terus meningkat dan bersaing dengan bank dari negara lain. (*)
Editor: Paulus Yoga


