Poin Penting
- Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan daya saing di tengah kompetisi fintech dan neobank.
- Implementasi awal agentic AI difokuskan pada 4 use case: AI Ops, AI-driven security, AI testing, dan analisis jaringan transaksi, terintegrasi dengan sistem perbankan yang ada.
- Keberhasilan agentic AI sangat bergantung pada kesiapan data yang valid dan kapabilitas analitik agar BPD lebih cerdas, aman, dan adaptif.
Jakarta – Transformasi digital menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri Bank Pembangunan Daerah (BPD). Bank daerah dituntut untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjadi katalisator pembangunan daerah.
Bankir-bankir BPD juga dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat keamanan siber serta menjaga kepatuhan regulasi. Di saat yang sama, harus berinovasi menghadirkan layanan digital yang relevan dan kompetitif.
Menjawab tantangan tersebut, industri BPD didorong untuk mengadosi agentic AI secara efektif. Agentic AI yang dibangun dengan fondasi platform AI yang aman, terstandarisasi, dan bis dioperasikan secara on premise, bisa memenuhi kebutuhan regulasi dan pengelolaan data sensitif perbankan.
Hal itu mengemuka dalam BPD Forum ke-20 “Securing Financial Transformation: Navigating Change, Driving Impact with Agentic AI” yang digelar PT Multipolar Technology Tbk dan Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) di Bali beberapa waktu lalu.
“Pemanfaatan Agentic AI menjadi kunci untuk membuka nilai bisnis baru sekaligus memperkuat daya saing perbankan daerah di tengah percepatan inovasi teknologi serta tekanan kompetisi dari fintech, neobank, dan channel bisnis lainnya,” jelas Senior Vice President Multipolar Technology Achmad Fakhrudin, dalam keterangan resmi, Sabtu, 28 Februari 2026.
Baca juga: Membaca Data Sritex: Antara Fakta Keuangan dan Narasi Kriminalisasi Bankir BPD
Ia menegaskan, agentic AI bukan hanya tren teknologi, tapi bisa menjadi enabler strategis bagi transformasi BPD.
Fondasi Implementasi Agentic AI
Implementasi awal agentic AI dapat difokuskan pada empat use case utama, antara lain AI Ops untuk optimalisasi operasional, AI-Driven Security untuk meningkatkan perlindungan keamanan siber, AI Testing untuk mempercepat siklus pengujian sistem, dan AI Transaction Network Analysis untuk analisis pola transaksi dan deteksi risiko.
Keempatnya akan membawa manfaat optimal jika di atas platform AI yang menyediakan orkestrasi model, automasi pipeline, monitoring, serta tata kelola AI yang jelas.
Baca juga: Agentic AI Kian Populer, 3 Solusi Ini Bisa Dongkrak Efisiensi dan Keamanan Bisnis
Multipolar Technology menekankan bahwa integrasi agentic AI dapat berjalan harmonis dengan core banking, digital channel, maupun sistem pendukung lainnya yang telah dimiliki BPD.
“Adopsi Agentic AI telah berkembang dari tahap eksperimental ke tahap implementasi nyata yang menghasilkan nilai bisnis,” pungkasnya.
Agentic AI dan Fondasi Data
Pada kesempatan sama, Vice President Divisi AI dan Big Data Analytics PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Robby Indarto, menekankan, keberhasilan implementasi agentic AI, salah satunya bergantung pada kesiapan data.
Maka, sebelum mengembangkan AI, termasuk agentic AI, perbankan, termasuk BPD harus mempersiapkan datanya yang valid dan reliable, serta analytics-nya
“Di bank-bank besar seperti BNI, analytics itu ada dua jenis, yaitu data analytics atau business analytics dan data science. Data analytics berfokus pada apa yang sudah terjadi, sedangkan data science lebih maju lagi karena menggunakan data dan AI untuk membuat prediksi dan model cerdas, termasuk mengotomatisasi pengambilan keputusan,” paparnya.
Baca juga: IBM Rilis Laporan Ancaman Siber 2026, Asia Pasifik Sumbang 27 Persen Insiden
Agentic AI memainkan peran penting dalam membangun organisasi menjadi lebih cerdas, lebih aman, lebih efisien, lebih personal, dan lebih otomatis.
Multipolar Technology meyakini transformasi digital BPD akan semakin berdampak apabila dijalankan dengan fondasi teknologi semacam itu, apalagi disertai tata kelola yang baik sekaligus kolaborasi yang tepat antara industri perbankan dan jaringan mitra lainnya.
“Agentic AI bisa menjadi akselerator transformasi BPD menuju organisasi yang lebih cerdas, aman, efisien, dan adaptif,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan










