Poin Penting
- Pemerintah belum memiliki komitmen membayar iuran BoP senilai USD1 miliar.
- Komitmen Indonesia hanya pada pengiriman pasukan misi perdamaian.
- Tidak ada instruksi Presiden untuk menyediakan dana iuran BoP.
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah hingga saat ini belum memiliki komitmen untuk membayar iuran Board of Peace (BoP), yaitu Dewan Perdamaian yang bertugas mengawasi transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi di Gaza.
Sebagai informasi, iuran keanggotaan BoP mencapai USD1 miliar atau sekitar Rp17 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS).
Purbaya menyampaikan Presiden Prabowo Subianto belum berkomitmen membayar iuran tersebut. Sejak awal, komitmen pemerintah hanya pada pengiriman pasukan dalam misi perdamaian tanpa janji pendanaan.
“Presiden selalu bilang, kita belum ada komitmen bayar. Dari pertama, dia komit kirim pasukan, kita komit kirim pasukan,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantornya, Selasa, 21 April 2026.
Baca juga: Indonesia Diminta jadi Wakil Komandan Misi Gaza, Ini Pernyataan Prabowo
Purbaya menegaskan tidak ingin dana negara digunakan untuk mendanai Israel. Ia juga menyatakan tidak pernah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo untuk menyediakan dana iuran BoP.
“Apalagi kalau uang saya dipakai untuk Israel. Saya tidak pernah menerima instruksi dari Presiden untuk menyediakan uang untuk BoP, dan Presiden juga bilang, kita gak pernah janji,” tegasnya.
Baca juga: Mantan Menlu Buka-bukaan Soal Sikap Prabowo di Board of Peace
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia tidak pernah berkomitmen membayar iuran organisasi internasional yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut.
“Jadi kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran USD1 miliar. Tidak, tidak pernah,” tegas Prabowo. (*)
Editor: Yulian Saputra








