Jakarta–Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai, Indonesia seharusnya bisa mendapatkan peringkat yang lebih baik yakni layak investasi atau investment grade dari Standard & Poor’s (S&P).
Menurut Ekonom INDEF, Aviliani, hal ini tercermin pada struktur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang lebih baik dan keberhasilan Indonesia dalam Program Pengampunan Pajak atau amnesti pajak pada periode pertama.
“Mestinya kita akan lebih baik peringkatnya. Dengan adanya tax amnesty kita berhasil mendapatkan cukup besar, indikator-indikator ekonomi juga on the track,” ujar Aviliani di sela-sela acara Indonesia Banking Human Capital Conference yang diselenggarakan Infobank bekerjasama dengan Perbanas, di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2016.
Bahkan, kata dia, dengan adanya pemotongan anggaran sebesar Rp133,8 triliun pada APBN 2016, kredibilitas anggaran Indonesia menunjukkan lebih baik. “Tapi kita mesti lihat periodenya kadang kita lihat periode dari tahun sebelumnya. Mungkin harusnya S&P sudah memperbaiki rating kita,” ucapnya. (Selanjutnya :Sejumlah problem dihadapi investor…)
Oleh Reza Ronaldo, Pengamat Asuransi, Dosen Manajemen Risiko dan Asuransi, Lektor Kepala Bidang Manajemen Risiko… Read More
Oleh Setiawan Budi Utomo, Pemerhati Keuangan dan Kebijakan Publik PERKEMBANGAN ekonomi digital telah mengubah lanskap… Read More
Poin Penting OJK menggelar pertemuan kedua dengan lender DSI untuk membahas pengembalian dana yang tertunda… Read More
Poin Penting Transaksi sertifikasi halal online melalui Bank Muamalat meningkat lebih dari 50% YoY, dengan… Read More
Poin Penting DPR soroti lemahnya pengawasan kapal wisata Labuan Bajo; status laik laut administratif tidak… Read More
Poin Penting Menkop Ferry Juliantono meresmikan 10 gerai percontohan Obat Kopdeskel Merah Putih untuk meningkatkan… Read More