Jakarta–Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai, Indonesia seharusnya bisa mendapatkan peringkat yang lebih baik yakni layak investasi atau investment grade dari Standard & Poor’s (S&P).
Menurut Ekonom INDEF, Aviliani, hal ini tercermin pada struktur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang lebih baik dan keberhasilan Indonesia dalam Program Pengampunan Pajak atau amnesti pajak pada periode pertama.
“Mestinya kita akan lebih baik peringkatnya. Dengan adanya tax amnesty kita berhasil mendapatkan cukup besar, indikator-indikator ekonomi juga on the track,” ujar Aviliani di sela-sela acara Indonesia Banking Human Capital Conference yang diselenggarakan Infobank bekerjasama dengan Perbanas, di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2016.
Bahkan, kata dia, dengan adanya pemotongan anggaran sebesar Rp133,8 triliun pada APBN 2016, kredibilitas anggaran Indonesia menunjukkan lebih baik. “Tapi kita mesti lihat periodenya kadang kita lihat periode dari tahun sebelumnya. Mungkin harusnya S&P sudah memperbaiki rating kita,” ucapnya. (Selanjutnya :Sejumlah problem dihadapi investor…)
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More