Lebih lanjut dia meyakini, bila peringkat Indonesia menjadi lebih baik maka iklim investasi akan semakin besar dan memberikan dampak positif ke Indonesia. Namun demikia, dia mengakui bahwa masih ada sejumlah problem bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia khususnya pada tingkat lapangan.
“Sekarang kan investasi banyak yang mau masuk tapi problem-nya adalah tingkat lapangan kita masih punya masalah dengan pengadaaan barang yang masuknya ke infrastruktur dan sekarang ini masih banyak hambatan padahal yang banyak sekarang ini dari public (sector) bukan private (sector),” paparnya.
Dirinya menyarankan, untuk memudahkan investor swasta masuk, ke Indonesia, mungkin bisa di danai swasta dahulu baru kemudian pemerintah mengangsur ke swasta. Kalau hal tersebut bisa dilakukan, maka diperkirakan investasi bisa lebih cepat masuk ke Indonesia.
“Kalau sekarang kan kita tunggu dari pemerintah dulu ada KPK yang kadang-kadang tidak fleksibel dalam proses pengadaan. Sekarang aja orang kalo ada salah administrasi juga membuat dana implikasi dari APBD dan APbn agak lambat di lapangan,” tegas Aviliani. (Selanjiutnya : Sri Mulyani sebut Indonesia masuk investment grade…)
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More