Surabaya - Upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam industri peternakan dan kesehatan hewan terus digaungkan. Salah satu wujud nyatanya ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dan PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dalam rangkaian Indo Livestock 2025 Expo & Forum di Grand City Convex, Surabaya, Kamis, 3 Juli 2025.
LoI tersebut menjadi landasan strategis menuju penyelenggaraan Indo Livestock ke-19 di Jakarta pada 2026 mendatang.
Sekretaris Ditjen PKH, Tri Melasari, hadir langsung mewakili Kementan dalam penandatanganan tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi Napindo dalam menyelenggarakan pameran dan forum bertaraf internasional yang mampu mendorong kemajuan sektor peternakan nasional.
“Selain sebagai sarana pameran dan promosi, di forum ini kita bisa bertukar informasi dan bersinergi untuk penguatan peternakan dan kesehatan hewan Indonesia,” kata Tri.
Baca juga: BRI Life Dorong Daya Saing UMKM di Sleman
Kementan, lanjutnya, terus mendorong penguatan sektor peternakan sebagai penyedia utama protein hewani yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan komitmen Ditjen PKH untuk melaksanakan kebijakan yang mendukung peningkatan produksi, aksesibilitas, inovasi, serta edukasi konsumsi protein hewani.
“Upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa sinergi semua pihak,” ujarnya.
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More