Indeks Kepercayaan Konsumen di Asia Pasifik Meningkat

Indeks Kepercayaan Konsumen di Asia Pasifik Meningkat

Kemenkop dan UKM Rilis E-Form Pendataan KUMKM Terdampak COVID-19
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Mastercard melaporkan Indeks Kepercayaan Konsumen (Mastercard Index of Consumer Confidence), di kawasan Asia Pasifik selama semester kedua tahun 2017 meningkat dengan pesat terutama karena tingginya optimisme kaum milenial.

Mengutip rilis yang disampaikan Mastercard, Sabtu, 23 Desember 2017, studi tersebut juga mengindikasikan bahwa generasi milenial (usia 18-29 tahun) di kawasan Asia Pasifik merasa sangat optimis terhadap situasi dalam enam bulan ke depan (72,9 poin), sementara generasi yang lebih tua (usia di atas 30 tahun) memiliki pandangan yang lebih pesimis terhadap masa depan (66,7 poin).

Pertumbuhan ekonomi yang meningkat, perkembangan industri pariwisata dan kerja sama ekonomi intra-regional yang lebih baik di kawasan Asia Pasifik mendorong tingkat kepercayaan kawasan ini secara keseluruhan, yaitu sebesar 68,5 poin.

Sejak paruh semester kedua tahun 2016, terjadi peningkatan optimisme di antara kedua kelompok umur ini, dimana tingkat kepercayaan konsumen yang berusia di atas 30 tahun meningkat sebesar 6,3 poin sementara konsumen yang berusia di bawah 30 tahun meningkat sebesar 5,0 poin.

Peningkatan ini tercermin dari sentimen konsumen terhadap pasar saham, pekerjaan dan kinerja ekonomi. Secara khusus, optimisme terhadap pasar saham tercatat mengalami peningkatan sebesar 10,2 poin di kalangan konsumen dengan usia di bawah 30 tahun.

Terlepas dari kelompok umur, Indeks ini menemukan bahwa negara-negara berkembang seperti Filipina (94,5 poin), China (92,2 poin), Kamboja (92,2 poin) dan Myanmar (91,7 poin) mencatat tingkat optimisme paling tinggi.

Sebaliknya, kedua kelompok umur di negara-negara yang lebih maju seperti Taiwan (44,2 poin), Malaysia (45,9 poin) dan Jepang (51,0 poin) cenderung lebih pesimis.

Tingginya tingkat optimisme di negara-negara berkembang dapat diatribusikan kepada investasi infrastruktur yang dipandang dapat menciptakan peluang kerja dan mobilitas sosial ke atas yang lebih besar.

Selama bulan Oktober dan November 2017, 9.141 responden berusia 18-64 tahun di delapan belas negara Asia Pasifik diminta untuk memberikan pandangan terhadap lima faktor ekonomi yang meliputi kondisi Ekonomi, prospek Pekerjaan, prospek Pendapatan Reguler, Pasar Saham dan Kualitas Hidup.

Indeks ini kemudian dihitung dengan skala 1 sampai 100, dengan skor 0 berarti paling pesimis, skor 100 mewakili paling optimis dan skor antara 40-60 berarti netral. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]