Ilustrasi: Presiden Donald Trump pamerkan daftar tarif impor kebijakan AS. (Foto: istimewa)
Jakarta – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M. Rizal Taufikurahman mengatakan dampak kebijakan pengenaan tarif Trump 19 persen yang dikenakan terhadap Indonesia akan mengkontraksi pertumbuhan ekonomi domestik.
Rizal mengatakan penerapan tarif impor 19 persen dari AS akan terjadi kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 0,113 persen.
“Dampak kebijakan tarif AS 19 persen dan tarif di Indonesia 0 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, Indoensia lagi-lagi kita lihat terjadi kontraksi terhadap pertumbuhan sebesar 0,113 persen,” kata Rizal dalam Diskusi Publik Tarif Amerika Turun, Indonesia Bakal Untung?, Senin, 21 Juli 2025.
Baca juga: Ekonomi Global Melambat, BI Pede Indonesia Tumbuh Lebih Baik di Semester II 2025
Menurutnya, angka tersebut merupakan penurunan terdalam dibanding negara lain, yang menandakan bahwa Indonesia paling dirugikan dalam skema tarif yang timpang ini.
“Tentu Amerika mendapat keuntungan ya, karena produk Indonesia lebih mahal di pasar Amerika dan produk Amerika juga masuk ke pasar Indonesia tanpa hambatan dan juga neraca dagang Amerika terhadap Indonesia juga semakin membaik,” tambahnya.
Baca juga: RI Kena Tarif Trump 19 Persen, Begini Dampaknya ke Ekonomi Domestik
Kata Riza, dampak tarif Trump 19 persen akan memukul sektor investasi. Dia memprediksi investasi akan mengalami penurunan paling tajam sebesar 0,061 persen. Penurunan ini mencerminkan melemahnya insentif investasi akibat terganggunga prospek ekspor dan meningkatnya ketidakpastian global.
“Perlu strategi nasional untuk menjaga daya tarik investasi melalui stabilisasi iklim usaha, diversifikasi pasar ekpsor, dan perbaikan efisiensi logistik dan kebijakan insentif sektor tradable,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More
Poin Penting Rosan Roeslani menekankan ekonomi syariah mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Wakil Presiden Ma’ruf Amin optimistis pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia bisa melebihi 50… Read More