Poin Penting
- BPS melaporkan Impor RI Januari-April 2026 naik 13,40 persen menjadi USD86,51 miliar, ditopang bahan baku dan penolong
- Impor migas tumbuh 17,58 persen menjadi USD12,93 miliar, sedangkan nonmigas naik 12,70 persen
- Impor April 2026 mencapai USD25,21 miliar, melonjak 22,49 persen secara tahunan.
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor pada Januari-April 2026 sebesar USD86,51 miliar atau naik 13,40 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD76,29 miliar.
“Total nilai impor sepanjang Januari-April 2026 naik sebesar 13,40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor bahan baku/penolong sebesar 8,47 persen,” kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS dalam Rilis BPS, Selasa, 2 Juni 2026.
Pudji merinci, impor migas mengalami kenaikan 17,58 persen atau menjadi USD12,93 miliar, dibandingkan periode sebelumnya pada tahun yang lalu USD11,00 miliar.
Baca juga: Surplus Neraca Dagang RI April 2026 Susut jadi USD89,1 Juta
Sementara itu, impor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 12,70 persen atau menjadi USD73,58 miliar, dibandingkan Januari-April 2025 yang senilai USD65,29 miliar.
Berdasarkan penggunaanya, kata Pudji, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan. Adapun sebagai penyumbang utama peningkatan impor, nilai bahan baku/penolong mencapai USD61,82 miliar atau naik 11,67 persen dengan andil 8,47 persen.
“Impor bahan baku/penolong yang naik cukup besar yaitu n\bahan bakar mineral, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, serta berbagai produk kimia,” jelasnya.
Kemudian, berdasarkan negara dan kawasan tujuan utama impor, peningkatan nilai impor tertinggi terjadi dengan Tiongkok, Australia, ASEAN dan Uni Eropa. Sementara itu impor dari Jepang mengalami penurunan.
Baca juga: Breaking News! Indonesia Alami Inflasi 0,28 Persen pada Mei 2026
Secara tahunan, nilai impor pada April 2026 mencapai USD25,21 miliar atau naik 22,49 persen yoy dibandingkan tahun lalu pada periode sama yang sebesar USD20,59 miliar.
Adapun nilai impor migas tercatat USD4,60 miliar yang meningkat 82,52 persen yoy, sementara impor nonmigas tumbuh 14,11 persen dengan nilai USD20,62 miliar.
“Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan nilai impor nonmigas, dengan andil 12,39 persen,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


