Poin Penting
- IHSG kembali melemah 0,64 persen ke level 6.091,38, memperpanjang tren penurunan menjadi enam hari berturut-turut sejak 22 Juli 2026
- Analis menilai koreksi IHSG masih tergolong sehat. Support diperkirakan berada di kisaran 5.900–6.000, dengan resistance di level 6.200–6.300
- KISI memproyeksikan IHSG menguji area 5.880–6.000. Jika level tersebut ditembus, indeks berpotensi turun lebih lanjut hingga 5.600.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. IHSG melemah 0,64 persen ke level 6.091,38 dari penutupan sebelumnya di posisi 6.130,58.
Pelemahan tersebut memperpanjang tren negatif IHSG yang telah berlangsung selama enam hari perdagangan berturut-turut, yakni sejak 22 hingga 29 Juli 2026.
Menanggapi kondisi itu, Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, menilai tekanan yang terjadi di pasar saham masih tergolong sebagai koreksi yang sehat, selama tidak muncul sentimen negatif baru yang berdampak signifikan terhadap pasar.
Menurutnya, hingga akhir pekan IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang yang terbatas dengan tingkat volatilitas yang tetap tinggi.
Baca juga: Soal Pipeline IPO Saham, Trimegah Sekuritas: Masih dalam Tahap Diskusi
“Level support berada di kisaran 5.900–6.000, sedangkan resistance berada di area 6.200-6.300,” ucap Elandry kepada Infobanknews di Jakarta, 29 Juli 2026.
Pandangan serupa juga disampaikan Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim. Ia memperkirakan IHSG akan menguji area 5.880 hingga 6.000 pada akhir pekan ini.
“Hal itu selaras dengan area fibonacci golden rasio, dan jika area tersebut tertembus, pelemahan lanjutan akan terjadi ke level 5.600,” ujar Ahmad dalam kesempatan terpisah.
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga, BNI Bakal Buyback Saham Rp627 Miliar
Sebagai pembanding, pada perdagangan sepekan sebelumnya, yakni periode 20-24 Juli 2026, IHSG masih mampu mencatatkan penguatan 0,34 persen ke level 6.196,43 dari 6.175,53 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meningkat 1,13 persen menjadi Rp10.870 triliun, dibandingkan Rp10.749 triliun pada pekan sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama

