Poin Penting
- IHSG sesi I berbalik melemah 0,14 persen ke level 6.668,52, dengan nilai transaksi mencapai Rp11,54 triliun dan 333 saham terkoreksi
- Mayoritas sektor masih menguat, dipimpin industrial 0,77 persen, siklikal 0,67 persen, dan energi 0,62 persen. Sektor transportasi menjadi yang paling tertekan, turun 0,56 persen
- Bursa Asia mayoritas melemah, dengan Hang Seng turun 1,33 persen, Shanghai 0,42 persen, dan Nikkei 0,18 persen. Hanya KOSPI yang menguat 0,11 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (10/9) berbalik melemah. IHSG ditutup di level 6.668,52, turun 0,14 persen dibandingkan posisi sebelumnya di 6.678,20.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 24,05 miliar saham diperdagangkan hingga sesi I, dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 1,49 juta kali. Adapun total nilai transaksi tercatat sebesar Rp11,54 triliun.
Dari keseluruhan perdagangan, sebanyak 333 saham terkoreksi, 272 saham menguat, sedangkan 186 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Baca juga: Saham Tertekan, Dua Instrumen Investasi Ini Jadi Pilihan Nasabah BCA
Di tengah pelemahan IHSG, mayoritas sektor masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor industrial memimpin kenaikan sebesar 0,77 persen, diikuti sektor siklikal yang meningkat 0,67 persen, sektor energi menguat 0,62 persen, dan sektor infrastruktur naik 0,34 persen.
Selanjutnya, sektor bahan baku tumbuh 0,28 persen, sektor teknologi menguat 0,22 persen, dan sektor properti naik 0,14 persen.
Sementara itu, sejumlah sektor masih tertekan. Sektor transportasi menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 0,56 persen.
Baca juga: Strategi Reliance Sekuritas (RELI) Penuhi Aturan Free Float Saham 15 Persen
Disusul sektor kesehatan yang turun 0,48 persen, sektor keuangan melemah 0,36 persen, dan sektor non-siklikal merosot 0,28 persen.
Tekanan juga terjadi di sejumlah bursa Asia. Shanghai Composite Index Shanghai tercatat turun 0,42 persen, Nikkei 225 Index Tokyo merosot 0,18 persen, sementara Hang Seng Index melemah 1,33 persen.
Di tengah mayoritas bursa Asia yang terkoreksi, hanya KOSPI Korea yang tercatat menguat, yakni sebesar 0,11 persen. (*)


