Poin Penting
- BTN menargetkan dividend payout ratio tahun buku 2026 sebesar 20-25 persen dari laba bersih.
- Keputusan final pembagian dividen akan ditentukan melalui RUPS.
- BTN tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 karena membutuhkan modal untuk ekspansi kredit.
Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berencana membagikan dividen untuk tahun buku 2026 dengan dividend payout ratio di kisaran 20 hingga 25 persen dari total laba bersih.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, target tersebut sesuai dengan Rancangan Bisnis Bank (RBB) BTN 2026.
“Sekarang di RBB kita di 2026 memang kita tulis 20 hingga 25 persen (dividend payout ratio). Jadi kita masih konsisten dengan angka yang ditulis RBB,” ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026, Kamis, 10 September 2026.
Baca juga: RUPSLB BTN Rombak Direksi, Nixon Tetap Dirut
Meski demikian, Nixon menegaskan keputusan pembagian dividen tetap bergantung pada hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Tapi sekali lagi nanti ini bergantung pada saat RUPS diumumkan. Karena memang dividen kan itu games-nya pemegang saham ya,” ungkapnya.
BTN Tak Bagi Dividen Tahun Buku 2025
Sebagai informasi, BTN tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil seiring rencana ekspansi Perseroan melalui pembelian portofolio kredit dalam skala besar.
Nixon menyebutkan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga permodalan sekaligus mendukung akuisisi portofolio kredit pensiunan yang memiliki nilai signifikan.
“Memang direncana awal di RBB kita ada dividend payout. Kalau yang case tahun lalu. Tapi kan dalam perjalanan kita juga udah publikasi bahwa kita mau akusisi satu portfolio yang bunganya lebih tinggi, yaitu kredit pensiunan dibanding FLPP,” bebernya.
Baca juga: BTN Bidik Porsi Kredit Non-Perumahan 30 Persen pada 2030, Ini Strateginya
Menurut Nixon, keputusan tidak membagikan dividen tahun lalu merupakan bagian dari strategi BTN untuk mengubah struktur laba dan imbal hasil Perseroan ke depan.
“Sehingga kalau kita mau mengubah struktur laba atau struktur yield BTN ke masa depan. Kita menunda membayarkan dividen supaya CAR-nya nggak langsung turun,” imbuhnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


