Poin Penting
- Astra International (ASII) telah merealisasikan capex Rp16,9 triliun hingga semester I 2026, termasuk Rp5 triliun untuk capex rutin
- Sebesar Rp11,7 triliun digunakan untuk mengakuisisi tambang emas Arafura Surya Alam melalui United Tractors (UNTR)
- Dari total alokasi capex Rp35,6 triliun tahun ini, Astra masih memiliki sisa sekitar Rp19 triliun untuk pengembangan tiga bisnis inti.
Jakarta – PT Astra International Tbk (ASII) melaporkan telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp16,9 triliun hingga semester I 2026.
Presiden Direktur ASII, Rudy menjelaskan capex tersebut telah digunakan sebagai capex rutin sekitar Rp5 triliun untuk maintenance performance dan sustainability tiga core business perseroan secara berkala.
“Pencapaian sampai dengan semester I 2026 itu ada sebesar Rp16,9 triliun. Di mana dari situ itu sekitar Rp5 triliun itu ada capex routine,” ucap Rudy dalam Public Expose Live di Jakarta, 10 September 2026.
Baca juga: Komisaris dan Direktur Emiten Anak Usaha Astra Kompak Mengundurkan Diri
Akuisisi Tambang Emas Arafura Surya Alam
Rudy menambahkan, sisa capex pada semester I 2026 sebesar Rp11,7 triliun digunakan perseroan untuk mengakuisisi tambang emas Arafura Surya Alam melalui PT United Tractors Tbk (UNTR) atau UT.
“On top of itu, itu ada sekitar Rp11,7 triliun. Jadi itu akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam oleh grupnya UT,” imbuhnya.
UT merupakan salah satu anak usaha perseroan yang memiliki unit bisnis di sektor pertambangan.
Baca juga: Asuransi Astra Gelar GASPOL, Pelanggan Garda Oto Berkesempatan Dapat Mobil Hybrid
Secara keseluruhan, Astra mengalokasikan capex hingga Rp35,6 triliun pada 2026. Dengan demikian, masih terdapat sisa capex sekitar Rp19 triliun yang akan difokuskan untuk mendukung pengembangan tiga bisnis inti ASII.
Ketiga bisnis inti tersebut meliputi otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, serta alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi. (*)
Editor: Galih Pratama


