Poin Penting
- IHSG sesi I ditutup anjlok 2,53 persen ke level 5.692,15. Sebanyak 588 saham melemah, sementara nilai transaksi mencapai Rp21,08 triliun
- Tekanan jual masih mendominasi pasar saham. Sektor transportasi, keuangan, dan energi memimpin pelemahan, sedangkan sektor bahan baku menjadi satu-satunya yang menguat
- Sentimen negatif juga terlihat di pasar Asia, dengan indeks Nikkei dan Hang Seng terkoreksi. Kondisi tersebut turut membebani pergerakan IHSG pada perdagangan sesi I.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (5/6) ditutup pada zona merah ke level 5.692,15 atau anjlok 2,53 persen dari posisi 5.839,78.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 25,25 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,32 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp21,08 triliun.
Baca juga: RUPST MIDI Sepakat Tebar Dividen Rp396 Miliar, Setara Rp11,85 Per Saham
Kemudian, tercatat terdapat 588 saham terkoreksi, 111 saham menguat, dan 109 saham tetap tidak berubah.
Lalu, hampir seluruh sektor juga bergerak melemah. Rinciannya, sektor transportasi -4,44 persen, sektor keuangan -4,08 persen, sektor energi -3,94 persen, sektor infrastruktur -3,87 persen, dan sektor siklikal -3,27 persen.
Baca juga: Hartadinata Abadi Tebar Dividen Rp40 per Saham
Selanjutnya, sektor teknologi -2,50 persen, sektor non-siklikal -2,48 persen, sektor industrial -2,41 persen, sektor properti -1,05 persen, dan sektor kesehatan -0,89 persen.
Sementara itu, hanya sektor bahan baku yang menguat sebanyak 1,01 persen.
Adapun dari pasar global, indeks-indeks bursa Asia mayoritas melemah dengan Nikkei 225 Index Tokyo merosot 1,20 persen dan Hang Seng Index merosot 0,98 persen. Sedangkan, Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,01 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


