Poin Penting
- IHSG diperkirakan menguji level psikologis 6.000 pada pekan ini.
- Investor mencermati rilis data ekonomi domestik, risalah FOMC, dan kebijakan BEI.
- Koreksi harga minyak serta penguatan harga emas menjadi sentimen positif.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini secara teknikal diperkirakan akan menguji level psikologis 6.000.
“Diperkirakan IHSG berpotensi uji level psikologis 6.000 pada pekan ini,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Senin (6/7).
Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi yang dijadwalkan rilis pekan ini, meliputi cadangan devisa (7/7), indeks keyakinan konsumen (8/7), penjualan ritel dan penjualan sepeda motor (9/7), serta penjualan mobil (10/7).
Selain itu, koreksi harga minyak dunia dan rebound harga emas diperkirakan masih menjadi sentimen positif bagi pasar saham.
Baca juga: 5 Saham Ini Jadi Biang Kerok Pelemahan IHSG Selama Sepekan
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji penghapusan tiga kriteria papan pemantauan khusus, yakni terkait free float, likuiditas rendah, dan saham yang mengalami suspensi.
BEI juga mengusulkan perubahan batas auto rejection menjadi bertingkat, yakni Rp1 untuk saham dengan harga Rp1–100, sebesar 35 persen untuk saham Rp101–200, sebesar 25 persen untuk saham Rp201–5.000, dan 20 persen untuk saham di atas Rp5.000
Investor Pantau Risalah FOMC
Dari eksternal, investor akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes) untuk melihat pandangan para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) yang masih terbelah mengenai arah kebijakan moneter.
Selain itu, pasar juga akan menunggu rilis data ISM Services PMI, existing home sales, serta neraca perdagangan AS.
Baca juga: Rapor IHSG Sepekan: Melemah 0,35 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp10.287 Triliun
Sementara itu, dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) dijadwalkan merilis akun kebijakan moneternya. Investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi dari Jepang dan Tiongkok, serta hasil pertemuan OPEC.
Di sisi lain, Bursa Wall Street libur pada perdagangan Jumat, sementara mayoritas indeks saham global ditutup menguat pada 3 Juli 2026.
Harga Minyak Turun, Emas Menguat
Phintraco Sekuritas menilai penguatan bursa global didorong oleh meningkatnya harapan bahwa The Fed berpotensi menunda kenaikan suku bunga setelah data nonfarm payrolls Juni yang dirilis pada Kamis (5/7) berada di bawah ekspektasi pasar.
Selain itu, berlanjutnya penurunan harga minyak mentah turut meredam kekhawatiran terhadap kenaikan inflasi akibat harga energi.
Baca juga: IHSG Jelang Akhir Pekan Ditutup Perkasa di Level 5.875, ISAT dan AMMN Masuk Top Gainers
Di sisi lain, harga emas naik 2,3 persen menjadi 4.182 dolar AS per troy oz sepanjang pekan lalu. Kenaikan tersebut menjadi penguatan mingguan pertama sejak Mei 2026, seiring berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


