Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,42% ke level 7.136,56, dengan mayoritas saham berada di zona hijau.
- Analis memproyeksikan IHSG bergerak sideways di kisaran 7.000–7.250, meski indikator teknikal menunjukkan tekanan.
- Sentimen pasar datang dari rencana insentif pajak, pertumbuhan FDI 8,5% yoy, serta lelang SUN Rp36 triliun.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Selasa, 28 April 2026 pukul 09:00 WIB, kembali dibuka naik pada level 7.136,56 dari posisi 7.106,52 atau menguat 0,42 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 461,21 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 48 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp267,31 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 106 saham terkoreksi, 303 saham menguat dan 236 saham tidak berubah.
Baca juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Berikut Sentimen Pemicunya
Manajemen Phintraco Sekuritas sebelumnya memproyeksikan IHSG bergerak sideways pada kisaran 7.000–7.250.
“Secara teknikal, MACD IHSG sudah membentuk death cross dan Stochastic RSI berada di area pivot menuju arah oversold. Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.000-7.250,” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.
Pada perdagangan kemarin (27/4), IHSG ditutup melemah 0,32 persen ke level 7.106,52. Pelemahan terjadi setelah sempat rebound dari tekanan jual pada akhir pekan lalu, namun dengan volume perdagangan relatif sepi.
Sentimen Domestik dan Global
Sentimen domestik datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyatakan pemerintah akan memberikan insentif bagi pasar modal jika program otoritas bursa berjalan baik, Senin (27/4).
Bendahara negara itu menyebut insentif tersebut berpotensi berupa pengurangan pajak.
Baca juga: Menkeu Purbaya Siapkan Insentif Pasar Modal, Ini Syaratnya
Di sisi lain, realisasi investasi asing langsung (FDI) di luar sektor keuangan dan migas tumbuh 8,5 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp250 triliun pada kuartal I 2026.
Pertumbuhan ini melanjutkan tren positif setelah naik 4,3 persen yoy pada kuartal IV 2025. Arus investasi terbesar berasal dari industri logam dasar senilai USD3,7 miliar.
Lelang SUN jadi Perhatian Pasar
Pemerintah juga akan melelang Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi rupiah pada 28 April 2026 untuk memenuhi sebagian target pembiayaan APBN 2026.
Sebanyak sembilan seri akan dilelang, yaitu SPN01260530, SPN12260730, SPN12270429, FR0109, FR0108, FR0106, FR0107, FR0102, dan FR0105.
Target indikatif lelang ditetapkan Rp36 triliun, dengan target maksimal hingga 150 persen dari nilai tersebut. Hasil lelang diperkirakan memengaruhi yield SUN di pasar sekunder. (*)
Editor: Yulian Saputra








