Poin Penting
- IHSG ditutup turun 4,20 persen ke level 5.594,76 pada perdagangan 5 Juni 2026.
- Sebanyak 626 saham melemah dengan nilai transaksi mencapai Rp31,73 triliun.
- Seluruh sektor berakhir di zona merah, dipimpin sektor transportasi yang anjlok 5,97 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026 kembali ditutup dengan melanjutkan pelemahannya pada posisi 5.594,76 atau ambles 4,20 persen dari level 5.839,78.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 626 saham terkoreksi, 108 saham menguat, dan 81 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 38,04 miliar saham diperdagangkan dengan 2,19 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp31,73 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,53 Persen ke Posisi 5.692
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak terkoreksi, dengan LQ45 turun 3,99 persen ke 557,75, IDX30 melemah 3,83 persen jadi 316,03, Sri-Kehati merosot 3,94 persen ke 272,47, dan JII turun 0,67 persen menjadi 338,80.
Tak hanya itu, seluruh sektor juga terpantau masih ikut melemah, dengan sektor transportasi merosot 5,97 persen, sektor energi turun 5,73 persen, sektor industrial melemah 5,72 persen, sektor infrastruktur merosot 5,30 persen, sektor teknologi turun 4,88 persen, dan sektor properti melemah 4,02 persen.
Selain itu, sektor non-siklikal merosot 3,79 persen, sektor siklikal turun 3,72 persen, sektor keuangan melemah 3,36 persen, sektor bahan baku merosot 2,49 persen, dan sektor kesehatan turun 1,91 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka di Zona Hijau pada Level 5.846
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Sedangkan saham top losers adalah PT RMK Energy Tbk (RMKE), PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). (*)
Editor: Yulian Saputra


