Poin Penting
- IHSG dibuka terkoreksi ke level 7.649, turun 0,79 persen dari penutupan sebelumnya.
- Pelemahan dipengaruhi depresiasi rupiah, investor menunggu data cadangan devisa Indonesia, dan sejumlah data ekonomi penting dari AS.
- Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham TLKM, BBCA, BMRI, ESSA, dan ASII untuk dipantau hari ini.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Jumat, 6 Maret 2026, pukul 09:00 WIB, kembali dibuka turun di level 7.649,77 dari posisi 7.710,53 atau melemah 0,79 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 903,04 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 59 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp341,00 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 247 saham terkoreksi, sebanyak 158 saham menguat dan sebanyak 202 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Terkoreksi, 4 Saham Ini Layak Dicermati
Manajemen Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada pekan ini secara teknikal akan bergerak sideways cenderung melemah.
“Diperkirakan IHSG akan sideways cenderung melemah pada kisaran level 7.550-7.800 di perdagangan Jumat (6/3),” kata Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Phintraco menyoroti, investor domestik menantikan data cadangan devisa Februari 2026, yang diperkirakan turun di tengah depresiasi rupiah.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah, Ketegangan Timur Tengah jadi Pemicu
Sementara dari AS (6/3), ada sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis, yaitu nonfarm payrolls dan unemployment rate bulan Februari 2026, serta retail sales Januari 2026.
Menurut konsensus, data nonfarm payrolls diperkirakan melambat menjadi 59 ribu pada Februari 2026 dari 130 ribu pada Januari 2026. Sedangkan tingkat pengangguran diperkirakan stabil di level 4,3 persen.
Baca juga: DJP Segera Luncurkan Coretax Mobile, Wajib Pajak Bisa Lapor SPT Lewat HP
Adapun Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Astra International Tbk (ASII). (*)
Editor: Yulian Saputra










