Poin Penting
- IHSG ditutup melemah 0,89 persen ke level 6.130,58 pada perdagangan Selasa (28/7/2026).
- Sebanyak 360 saham terkoreksi, 265 saham menguat, dan 172 saham tidak berubah.
- Sektor properti menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, sedangkan sektor non-siklikal menjadi satu-satunya sektor yang menguat.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, ditutup kembali turun ke posisi 6.130,58 atau mengalami pelemahan sebanyak 0,89 persen dari level 6.185,78.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 360 saham terkoreksi, 265 saham menguat, dan 172 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 25,45 miliar saham diperdagangkan dengan 1,67 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp10,92 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup di Zona Merah ke Level 6.183
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri terpantau melemah, dengan LQ45 turun 0,74 persen ke 608,03, IDX30 merosot 0,81 persen jadi 342,11, Sri-Kehati melemah 0,64 persen ke 297,63, dan JII turun 1,44 persen menjadi 364,42.
Sektor Properti Catat Pelemahan Terdalam
Hampir seluruh sektor saham ditutup melemah. Sektor properti mencatat pelemahan terdalam dengan turun 3,25 persen.
Selanjutnya, sektor energi melemah 1,75 persen, sektor industri turun 1,00 persen, sektor teknologi terkoreksi 0,88 persen, dan sektor keuangan melemah 0,85 persen.
Sektor infrastruktur turun 0,76 persen, sektor transportasi melemah 0,74 persen, sektor kesehatan terkoreksi 0,63 persen, sektor bahan baku turun 0,53 persen, dan sektor siklikal melemah 0,34 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka Dua Arah, Balik Menguat ke Level 6.189
Sementara itu, sektor non-siklikal menjadi satu-satunya sektor yang menguat, yakni sebesar 0,52 persen. Penguatan sektor tersebut antara lain ditopang oleh kenaikan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar 1,49 persen.
Saham Top Gainers dan Top Losers
Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), dan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO).
Adapun saham yang masuk daftar top losers adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD).
Sementara itu, tiga saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra


