Poin Penting
- BCA meraih laba bersih Rp29,5 triliun pada semester I 2026, didukung kredit yang tumbuh 8 persen menjadi Rp1.036 triliun
- Kredit produktif naik 11 persen menjadi Rp802 triliun, ditopang pembiayaan korporasi dan UKM
- DPK tumbuh 7,9 persen menjadi Rp1.284 triliun, dengan NPL tetap rendah di level 1,9 persen.
Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berhasil mencetak laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp29,5 triliun hingga semester I 2026.
Capaian laba tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang pertama kalinya tembus Rp1.000 triliun. Per Juni 2026, penyaluran kredit BCA tumbuh 8 persen year on year (yoy) mencapai Rp1.036 triliun.
“BCA dan entitas anak menjaga penyaluran kredit secara prudent ke berbagai sektor sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung perekonomian nasional,” ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA dalam konferensi pers kinerja BCA semester I 2026, Selasa, 26 Juli 2026.
Baca juga: Begini Respons BCA usai Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Hendra menambahkan, kredit BCA ditopang pembiayaan produktif senilai Rp802 triliun, meningkat 11 persen yoy. Penyaluran kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang tumbuh 13,6 persen yoy mencapai Rp513,4 triliun, serta kredit komersial dan UKM yang tumbuh 6,6 persen yoy mencapai Rp288,5 triliun.
“Kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor. Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” jelasnya.
Baca juga: Dorong Pertumbuhan Pengusaha Muda, BCA Perkuat Ekosistem Kolaborasi
Kualitas kredit BCA juga tetap solid. Rasio loan at risk (LAR) berada di level 4,9 persen dan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 1,9 persen.
Sementara dari sisi pendapatan berbasis komisi, BCA mencatatkan pendapatan nonbunga sebesar Rp13,2 triliun hingga Juni 2026, naik 11 persen yoy.
Dari sisi funding, total dana pihak ketiga (DPK) BCA juga tercatat tumbuh 7,9 persen yoy mencapai Rp1.284 triliun.
Jika dirinci, porsi CASA BCA mencapai 84,3 persen dari total DPK. Adapun pertumbuhan giro dan tabungan sebesar 10,2 persen yoy mencapai Rp1.082 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


