Poin Penting
- IHSG pada hari ini ditutup naik 1,92 persen ke 6.037,84 dengan transaksi Rp12,15 triliun
- Mayoritas sektor menguat, dipimpin bahan baku, energi, dan industrial
- Saham BRPT, AMMN, dan TOBA jadi top gainers, sementara BUMI, DEWA, dan BRMS paling aktif diperdagangkan.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, 13 Juli 2026 ditutup melesat 1,92 persen ke posisi 6.037,84 dari level 5.924,36.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 250 saham terkoreksi, 377 saham menguat, dan 167 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 26,34 miliar saham diperdagangkan dengan 2,70 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp12,15 triliun.
Baca juga: Deretan Saham Pendorong IHSG Sepekan, Ada BBRI, BBCA hingga DCII
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri ikut bergerak menguat. Rinciannya, LQ45 naik 2,23 persen ke 602,37, IDX30 meningkat 2,13 persen jadi 340,68, JII menguat 2,11 persen menjadi 356,00, dan Sri-Kehati naik 1,79 persen ke 296,77.
Mayoritas sektor juga terpantau mengalami pergerakan positif, dengan sektor bahan baku naik 2,96 persen, sektor energi meningkat 2,66 persen, sektor industrial menguat 2,44 persen, sektor siklikal naik 1,99 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 1,57 persen.
Selanjutnya, sektor keuangan menguat 1,56 persen, sektor transportasi naik 0,40 persen, sektor teknologi meningkat 0,17 persen, dan sektor properti menguat 0,16 persen.
Sementara itu, sektor lainnya masih melemah, dengan sektor kesehatan -0,26 persen dan sektor non-siklikal -0,05 persen.
Baca juga: IHSG Diramal Bergerak Sideways, Pengamat Beberkan Pemicunya
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Sedangkan saham top losers adalah PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), PT FKS Multi Agro Tbk (FISH), dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Galih Pratama


