Poin Penting
- IHSG ditutup menguat 1,22 persen ke 7.057,10 pada 5 Mei 2026. Perdagangan didominasi saham naik (342) dibanding turun (314), dengan nilai transaksi Rp23,87 triliun
- Penguatan IHSG sejalan dengan kenaikan mayoritas indeks (LQ45, IDX30, JII) dan sektor, terutama bahan baku, infrastruktur, dan keuangan. Sektor kesehatan, teknologi, dan properti justru melemah
- Saham BRPT, BNLI, dan PTRO menjadi top gainers, sementara INCO, SHIP, dan MBMA top losers. Saham paling aktif diperdagangkan adalah KOTA, BUMI, dan BRPT.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026 ditutup melesat ke posisi 7.057,10 atau menguat 1,22 persen dari level 6.971,95.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 314 saham terkoreksi, 342 saham menguat, dan 163 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 43,92 miliar saham diperdagangkan dengan 2,46 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp23,87 triliun.
Mayoritas indeks dalam negeri juga terpantau bergerak naik. Rinciannya, LQ45 menguat 1,04 persen ke 681,58, IDX30 meningkat 0,82 persen jadi 379,39, Sri-Kehati naik 0,30 persen ke 330,47, dan JII menguat 0,93 persen menjadi 466,12.
Baca juga: OJK Catat Indeks Saham Syariah Terkontraksi 18,71 Persen Year to Date
Lalu, mayoritas sektor ikut bergerak naik, dengan sektor bahan baku meningkat 2,86 persen, sektor infrastruktur menguat 2,58 persen, sektor keuangan naik 2,30 persen, dan sektor energi meningkat 1,40 persen.
Selanjutnya, sektor transportasi menguat 1,08 persen, sektor non-siklikal naik 0,49 persen, dan sektor siklikal meningkat 0,16 persen.
Sedangkan, sektor sisanya terpantau mengalami pelemahan, dengan sektor kesehatan -1,52 persen, sektor teknologi -0,71 persen, sektor industrial -0,62 persen, dan sektor properti -0,14 persen.
Baca juga: Rencana Bunga KUR 5 Persen, Katalis atau Tekanan bagi Saham Bank Himbara?
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Permata Tbk (BNLI), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Sedangkan saham top losers adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (*)
Editor: Galih Pratama


