Poin Penting
- IHSG ditutup menguat 1,15 persen ke level 7.174,32 pada perdagangan 7 Mei 2026. Penguatan ditopang kenaikan mayoritas indeks dan sektor saham
- Mayoritas sektor saham bergerak positif dipimpin sektor kesehatan, keuangan, dan properti. Sementara sektor bahan baku, transportasi, dan energi masih terkoreksi
- Saham top gainers ditempati MORA, BRIS, dan MDLA, sedangkan top losers yakni ESSA, TAPG, dan MEDC. Adapun saham paling aktif diperdagangkan adalah BUMI, BKSL, dan BRPT.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026 ditutup menguat 1,15 persen ke posisi 7.174,32 dari level 7.092,46.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 295 saham terkoreksi, 361 saham menguat, dan 160 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 42,37 miliar saham diperdagangkan dengan 2,67 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp23,19 triliun.
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak naik, dengan LQ45 menguat 1,62 persen ke 682,72, IDX30 meningkat 2,12 persen jadi 388,84, Sri-Kehati naik 2,93 persen ke 340,62, dan JII menguat 0,39 persen menjadi 472,51.
Baca juga: Ada Wacana Bunga KUR 5 Persen, Valuasi Saham Bank Himbara Terancam Terkoreksi?
Terpantau, mayoritas sektor ikut bergerak naik. Rinciannya, sektor kesehatan meningkat 2,01 persen, sektor keuangan menguat 1,98 persen, sektor properti naik 1,33 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 1,29 persen.
Selanjutnya, sektor industrial menguat 1,03 persen, sektor non-siklikal naik 0,81 persen, sektor teknologi meningkat 0,48 persen, dan sektor siklikal naik 0,44 persen.
Sedangkan, sektor sisanya masih mengalami pelemahan, di antaranya sektor bahan baku -1,62, sektor transportasi -1,36 persen, dan sektor energi -1,24 persen.
Baca juga: OJK Catat Indeks Saham Syariah Terkontraksi 18,71 Persen Year to Date
Saham Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), dan PT Medela Potentia Tbk (MDLA).
Sedangkan saham top losers adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (*)
Editor: Galih Pratama


