Poin Penting
- ARCI membagikan dividen tunai USD60 juta atau sekitar 60 persen dari laba bersih 2025.
- Perseroan mencatat laba bersih USD102 juta dengan pendapatan mencapai USD496 juta.
- Produksi emas ARCI naik 31 persen dan ditargetkan tumbuh 15 persen pada 2026.
Jakarta – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis (7/5/2026). Salah satu agenda yang disetujui pemegang saham ialah penggunaan laba bersih perseroan melalui pembagian dividen tunai.
Direktur Utama ARCI, Rudy Suhendra, mengatakan bahwa pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen tunai senilai USD60 juta atau sekitar 60 persen dari laba bersih USD102 juta.
“Untuk penggunaan laba bersih tahun 2025 perusahaan akan membagikan dividen yang mana total dividen yang akan kita bagikan di tahun 2025 atas kinerja 2025 sebesar USD60 juta atau kurang lebih 60 persen dari profit yang dibukukan oleh perusahaan,” ujar Rudy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, ANTM, ARCI, dan HRUM
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim sebanyak USD30 juta dan telah dibagikan pada Desember 2025. Sehingga dividen sisanya akan dibagikan pada Juni mendatang.
Adapun, dengan dukungan kenaikan harga emas secara global, secara performance dari sisi pendapatan ARCI di tahun 2025 tercatat sebesar USD496 juta, dengan raihan laba bersih USD102 juta.
Hal itu didukung oleh kenaikan produksi Perseroan yang mencapai 31 persen atau sebesar 122.000 ounces yang melampaui rencana target 30 persen pada 2024.
“Jadi untuk 2025 perusahaan berhasil mencapai kinerja yang baik dari sisi operasional maupun juga dari sisi finansial,” imbuhnya.
Baca juga: Asing Net Buy Rp1,09 Triliun, Ini 5 Saham yang Paling Banyak Diborong
Sebagai informasi, dari sisi operasional Perseroan akan menargetkan kenaikan produksi hingga 15 persen di tahun 2026 dari tahun sebelumnya dan harapannya target tersebut akan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang ditopang oleh kenaikan harga emas. (*)
Editor: Yulian Saputra


