Poin Penting
- IHSG ditutup turun 0,24% ke level 7.541,61 pada 22 April 2026.
- Mayoritas sektor menguat, dipimpin transportasi dan siklikal.
- Saham DSSA, BREN, dan FILM menjadi top losers.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 22 April 2026, ditutup kembali melemah ke posisi 7.541,61 atau turun 0,24 persen dari level 7.559,38.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 240 saham terkoreksi, 440 saham menguat, dan 141 saham tidak berubah.
Sebanyak 49,44 miliar saham diperdagangkan dengan 2,94 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp18,14 triliun.
Baca juga: Sempat Menguat, IHSG Sesi I Ditutup Berbalik Melemah ke Level 7.544
Lalu, beberapa indeks dalam negeri juga bergerak turun, dengan JII merosot 0,88 persen menjadi 515,13 dan LQ45 melemah 1,04 persen ke 735,97. Sedangkan, IDX30 menguat 0,19 persen jadi 401,42 dan Sri-Kehati naik 1,06 persen ke 352,40.
Meski begitu, mayoritas sektor terpantau masih mampu menguat, dipimpin sektor transportasi yang naik 4,76 persen, diikuti sektor siklikal 1,21 persen, sektor industrial 1,14 persen, dan sektor infrastruktur 1,09 persen.
Selain itu, sektor keuangan naik 1,05 persen, sektor kesehatan menguat 0,53 persen, sektor non-siklikal naik 0,10 persen, dan sektor teknologi meningkat 0,04 persen.
Sektor Melemah dan Saham Unggulan
Di sisi lain, beberapa sektor mengalami tekanan, antara lain sektor bahan baku turun 0,68 persen, sektor energi merosot 0,16 persen, dan sektor properti melemah 0,03 persen.
Saaham yang mencatat kenaikan tertinggi (top gainers) antara lain PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN).
Baca juga: Asing Terciduk Borong 5 Saham Ini saat IHSG Tersengat Pengumuman MSCI
Sementara itu, saham dengan penurunan terdalam (top losers) meliputi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT MD Entertainment Tbk (FILM).
Saham Teraktif
Adapun saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA). (*)
Editor: Yulian Saputra








