Poin Penting
- Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 menghasilkan Piagam Palembang sebagai rekomendasi strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah di tingkat regional dan nasional
- Piagam ini merupakan hasil kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan menegaskan pentingnya sinergi untuk mendorong Sumatera sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah
- Dokumen tersebut telah diserahkan ke Menteri Agama dan diharapkan menjadi acuan kebijakan serta mempercepat penguatan literasi, UMKM syariah, dan kolaborasi ekonomi syariah yang inklusif.
Jakarta — Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 yang diselenggarakan di Palembang menghasilkan sebuah dokumen rekomendasi strategis bernama Piagam Palembang, sebagai wujud komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah di tingkat regional dan nasional.
CEO Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana, menyampaikan bahwa Piagam Palembang merupakan hasil konsolidasi gagasan dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, industri keuangan syariah, serta lembaga sosial keagamaan yang hadir dalam forum tersebut.
Baca juga: Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional
Menurutnya, Sumatera memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah nasional sehingga diperlukan sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan.
“Piagam Palembang menjadi bentuk kontribusi nyata dari daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah Indonesia. Dokumen ini diharapkan dapat menjadi referensi kebijakan sekaligus mempercepat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat dalam mendorong ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Upi.
Baca juga: Jurus OJK Dorong Kinerja Industri PVML Syariah
Sebagai tindak lanjut forum, Piagam Palembang secara resmi diserahkan oleh Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Adil, kepada Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar dalam seremoni penyerahan yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta pada Rabu, 22 April 2026.
Piagam Palembang diharapkan menjadi landasan penguatan agenda ekonomi syariah regional, khususnya dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, penguatan UMKM berbasis syariah, optimalisasi keuangan sosial Islam, serta pengembangan kolaborasi multipihak guna memperkuat peran Sumatera sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah nasional. (*) Ari Nugroho








