Poin Penting
- Pendapatan BRIDS tumbuh 23 persen dan laba operasional melesat lebih dari 200 persen sepanjang 2025, mencerminkan efektivitas transformasi bisnis
- Bisnis brokerage menyumbang 54 persen pendapatan, didominasi retail (52 persen), dengan kanal online retail tumbuh signifikan 156 persen
- BRIDS fokus pengembangan teknologi, produk berbasis marjin untuk recurring income, serta sinergi ekosistem BRI guna memperluas investor di tengah persaingan yang kian ketat.
Jakarta – PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 23 persen dan pertumbuhan laba operasional yang signifikan lebih dari 200 persen di sepanjang 2025.
Plt. Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria, menyampaikan bahwa tren pertumbuhan investor retail menjadi pendorong utama kinerja perusahaan, terutama melalui kanal digital.
“Secara struktur pendapatan, bisnis brokerage masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 54 persen, di mana segmen retail mendominasi hingga 52 persen dari porsi tersebut,” jelas Fifi dikutip 22 April 2026.
Kata Fifi, capaian kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan signifikan pada kanal online retail yang melesat 156 persen dibandingkan tahun sebelumnya
Baca juga: Kapan Dividen BRI Rp52,1 Triliun Cair? Cek Tanggalnya!
“Kinerja sepanjang 2025 ini mencerminkan keberhasilan implementasi transformasi bisnis yang dijalankan secara konsisten beberapa tahun terakhir, segmen retail BRIDS menjadi kontributor utama, khususnya melalui platform digital yang terus berkembang dan didukung oleh optimalisasi teknologi digital,” ucap Fifi.
Dia melanjutkan, kinerja sepanjang 2025 mencerminkan ekspansi kuat pada segmen retail berbasis digital dan peningkatan efektivitas implementasi strategi usaha BRIDS dalam menangkap peluang pasar yang didukung oleh penguatan model bisnis, serta peningkatan kualitas operasional secara berkelanjutan.
Basis investor domestik juga terus menunjukkan peningkatan, di mana data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah investor telah mencapai 20,32 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir 2025. Angka ini tumbuh sekitar 37 persen secara tahunan dan utamanya didorong oleh investor retail, khususnya pada instrumen reksadana.
Di tengah pertumbuhan tersebut, persaingan di segmen retail juga semakin ketat, seiring agresivitas pelaku industri dalam mengembangkan platform digital dan memperluas basis nasabah.
BRIDS merespons kondisi tersebut dengan memperkuat layanan berbasis teknologi serta mengembangkan produk untuk mendorong recurring income melalui fasilitas marjin.
Baca juga: BRI Danareksa Sekuritas Bidik Bawa 4 Emiten IPO Tahun Ini
Selain itu, BRIDS juga memanfaatkan sinergi dalam ekosistem BRI Group untuk memperluas distribusi dan meningkatkan literasi investasi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan investor domestik sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional.
“Ke depan, kami melihat segmen retail masih akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri sekuritas, meski dinamika pasar dan kondisi global tetap menjadi faktor yang perlu dicermati,” tutup Fifi. (*)
Editor: Galih Pratama








