Poin Penting
- IHSG turun 2,03 persen ke level 6.956,80 pada perdagangan Kamis (30/4/2026).
- Sebanyak 576 saham melemah, seluruh sektor ditutup di zona merah.
- Tekanan terjadi menjelang libur panjang akhir pekan dan Hari Buruh Internasional (May Day).
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 30 April 2026, ditutup melemah 2,03 persen ke level 6.956,80 dari posisi 7.101,22. Pelemahan terjadi pada hari terakhir bursa pekan ini, menjelang libur panjang akhir pekan (long weekend) dan Hari Buruh Internasional atau May Day.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat 576 saham terkoreksi, 133 saham menguat, dan 105 saham stagnan.
Sebanyak 48,19 miliar saham diperdagangkan dengan 2,66 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan nilai transaksi Rp21,84 triliun.
Baca juga: 618 Saham Merah, IHSG Sesi I Ditutup Ambles ke Level 6.926
Tidak hanya itu, mayoritas indeks dalam negeri juga bergerak turun, dengan LQ45 melemah 2,16 persen ke 669,34, IDX30 merosot 1,79 persen jadi 372,80, Sri-Kehati turun 1,87 persen ke 325,79, dan JII melemah 1,87 persen menjadi 462,11.
Seluruh sektor tercatat berada di zona merah. Sektor industrial memimpin penurunan sebesar 2,95 persen, diikuti sektor infrastruktur 2,93 persen, bahan baku 2,90 persen, properti dan non-siklikal masing-masing turun 2,19 persen.
Sektor lainnya juga melemah, yaitu siklikal merosot 1,84 persen, keuangan 1,73 persen, kesehatan 1,15 persen, energi 1,08 persen, teknologi 0,93 persen, dan transportasi 0,80 persen.
Baca juga: Menkeu Purbaya Optimistis IHSG Bisa Tembus 28.000, Ini Pendorongnya
Top Gainers dan Losers
Sederet saham top gainers antara lain PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT MD Entertainment Tbk (FILM), dan PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA).
Baca juga: IHSG Berakhir Ditutup Naik ke Posisi 7.101, APLN, BDMN, dan MBSS jadi Top Gainers
Sementara itu, saham top losers adalah PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Bank Mega Tbk (MEGA), dan PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT DMS Propertindo Tbk (KOTA), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra




